Gubernur Longki melakukan telekonferens dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan Menteri Kesehatan, Nila M. Moeloek antara Jakarta dan Kota Palu usai membuka peringatan HKN ke- 53 di Anjungan, Pantai Talise, Kota Palu, Minggu (12/11/2017) pagi. [Bob Shinoda]

Gubernur Imbau Masyarakat Terapkan Hidup Sehat

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola meminta masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Hal itu Ia sampaikan dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- 53 melalui kegiatan mengkampanyekan gerakan masyarakat sehat dan sosialisasi gema cermat dirangkai dengan kegaiatan jalan sehat di Anjungan, Pantai Talise, Kota Palu, Minggu (12/11/2017).

Peringatan HKN ini diselenggarakan di seluruh wilayah provinsi di Indonesia dengan mengangkat tema Sehat Keluargaku Sehat Indonesia. “Tema ini sejalan dengan program Indonesia sehat, yaitu melalui pendekatan keluarga . Di mana keluarga menjadi awal untuk mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat,” katanya.

Gubernur yang juga ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini menyebutkan, budaya sehat harus dimulai dari keluarga untuk selalu berperilaku hidup bersihProgram Indonesia sehat juga dilaksanakan dengan pendekatan gerakan masyarakat hidup (Germas). Germas ini mengajak masyarakat untuk selalu melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setipa hari. Mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, memeriksakan kesehatan secara rutin, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, membersihkan lingkungan, serta menggunakan jamban sehat.

Gubernur Longki mengatakan, salah satu perilaku sehat lainnya adalah perilaku masyarakat pada penggunaan obat yang sesuai kebutuhan klinisnya dengan dosis yang sesuai kebutuhan dan dalam periode waktu yang tepat. Ia mengungkapkan, menurut dara Susenas, 60 persen pendudk Indonesia melakukan swamedikasi dan hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukan 35 persen masyarakat menyimpan obat di rumahnya, di mana obat 86 persen obat yang disimpan adalah antib iotik yang diperoleh tanpa resep.

“Permsalahan penggunaan obat masi ditemui di masyarakat seperti pemakan obat illegal, yaitu PCC dan juga vaksin palsu,” tutur Gubernur Longki.

Menurutnya, Paracetamol, Coffein, Carisoprodol atau PCC dan obat ilegal lainnya terjadi karena kurangnnya pengetahuan dan kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat.

Karena itu Ia berharap agar semua pihak terkait melibatkan diri dalam mengawasi keberadaan obat-obatan secara cermat yang beredar di Sulteng. Kegiatan jalan sehat HKN ini diikuti ribuan peserta dan juga memngadakan kegiatan donor darah yang dihadiri, oleh perwakilan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrain Kesehatan RI, Wakil Ketua DPRD Sulteng Fraksi Gerindra, Alimuddin Pa’ada, Sekot Palu, Asri, dan unsur Forkopimda Sulteng. Pada kesempatan itu, Gubernur Longki melakukan telekonferens dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan Menteri Kesehatan, Nila M. Moeloek antara Jakarta dan Kota Palu. [***]

 

Rep; Bob Shinoda

(Visited 27 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*