TKA asal China (pakai sepatu boot) yang ditangkap anggota Kodim 1306/Donggala saat diserahkan kepada petugas Imigrasi Kelas II A Palu, Sabtu (12/5/2018). [Ist]

Gubernur Sulteng Minta Imigrasi Segera Deportasi WNA Tanpa Paspor

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola meminta kepada petugas Imigrasi Kelas II A Palu agar segera mendeportasi warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam penambangan ilegal, jika yang bersangkutan tidak memiliki paspor.

“Sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya warga negara asing tersebut ditahan di sel tahanan,” tegas Longki Djanggola di Palu, Senin (14/5/2018).

Beberapa hari sebelumnya, aparat TNI menangkap seorang warga negara asal Tiongkok bernama Huang Lhiang (40) dan dua rekannya.

Huang terlibat dalam penambangan emas ilegal di wilayah Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong.

Saat anggota Kodim 1306/Donggala dan petugas Imigrasi Palu memeriksa dua rekan Huang, melarikan diri bersama seorang penerjemah bahasa asing.

Gubernur menegaskan, deportasi WNA bukan hanya berlaku kepada seorang penambang ilegal di Parigi Moutong, melinkan juga WNA maupun tenaga kerja asing (TKA) yang tidak memiliki identitas diri maupun izin tinggal juga harus ditindak tegas.

“Saya minta kepada tim pengawasan orang asing agar lebih memperketat pengawasan orang asing di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya mereka yang tidak memiliki dokumen identitas diri,” kata Longki.

Ia juga meminta kepada pihak yang berwenang agar melakukan pengejaran dan pemeriksaan terhadap dua WNA lainnya yang melarikan diri itu.

Sebelumnya, Kepala Imigrasi kelas II A Palu Suparman mengatakan, bahwa Tim Pengawasan Imigrasi (Waskin) bersama aparat TNI tidak tinggal diam dan akan melakukan pengejaran terhadap dua orang WNA yang kabur tersebut.

Dua WNA tersebut merupakan penambang emas ilegal di Desa Kayu Boko, Parigi Barat. [***]

Sumber; Antara

(Visited 30 times, 2 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*