Gubernur Sulteng, Longki Djanggola bertemu Menkopolhukkam Wiranto di ruang tunggu Istana Wapres, Senin (5/11/2018). [Ist]

Gubernur Sulteng Ratas Pemulihan Dampak Bencana di Istana Wapres

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, menggelar Rapat Terbatas (Ratas) internal, terkait percepatan pemulihan dampak gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi di Istana Wakil Presiden, Senin (5/11/2018).

Ratas ini dipimpin Wapres JK bersama Menko Polhukam, Wiranto, Kepala BPN RI, Bappenas, Kementerian PUPR

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, Ketua DPRD Sulteng, Prof. Aminuddin Ponulele, Walikota Palu, Hidayat, dan Ketua DPRD Kota Palu.

Dalam siaran persnya, Kapala Biro Humas Pemprov, Mohammad Haris Kariming menyampaikan hasil Ratas tersebut, pertama bahwa untuk proses pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Sulteng agar dipercepat kajian terhadap wilayah-wilayah yang berada pada zona nerah yang tidak bisa didirikan bangunan ke depan, karena rawan dampak bencana.

Kedua, pemerintah dan pemerintah daerah segera mempersiapkan lokasi untuk merelokasi masyarakat yang rumahnya hilang dengan luas lokasi yang dibutuhkan untuk relokasi seluas 1000-1500 hektar, perhitungan untuk pembangunan Rumah hunian tetap sebanyak 16000 Kepala Keluarga (KK).

Ketiga perencanaan relokasi untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) akan dimulai pada bulan Januari 2019.

“Demikian juga dengan pembangunan kembali fasilitas umum dan fasilitas sosial,” katanya.

Gubernur Longki menyampaikan, bahwa lokasi relokasi untuk pembangunan Huntap sudah ditetapkan Wali Kota Palu, Hidayat. Ada pada dua lokasi, Talise dan Tondo seluas kurang lebih 560 hektar area, serta Petobo kurang lebih 100 hektar. Demikian pula Bupati Sigi, Irwan Lapatta yang telah mengeluarkan SK menempatkan di Desa Pombewe seluas kurang lebih 362 hektar.

Sementara, Gubernur Longki menyampaikan untuk pemulihan pembangunan kembali rumah masyarakat yang rusak berat sebanyak kurang lebih 68 ribu dan rusak sedang.

“Tetapi masih dibangun pada lokasi tanahnya dalam artian tidak perlu direlokasi demikian juga untuk rumah yang rusak sedang,” katanya.

Rusak sedang ujar Gubernur Longki, sekitar 70.000 rumah, untuk hal tersebut ia sudah secara resmi menyampaikab kepada presiden untuk dapat diberikan dana stimulan supaya dibangunkan kembali rumah masyarakat.

Pada Kesempatan itu, Gubernur Longki mengucapkab terima kasih atas perhatian pemerintah pusat atas langkah langkah kongkrit untuk percepatan pemulihan dampak gempa bencana di Sulteng.

Wapres JK meminta Badan Geologi Kementrian ESDM supaya segera menetapkan jarak dampak sepadan pantai untuk menghindari tsunami, contohnya di Aceh yang menetapkan 1 kilo meter sepadan pantai.

Bappenas menyetujui menetapan lokasi relokasi sesuai SK Walikota dan Bupati Sigi. Prosesnya berpedoman pada UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah.

Hal yang sama juga disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meminta agar Badan Geologi dapat mempercepat kajian tentang penetapan wilayah yang dapat dibangun dan lokasi wilayah yang tidak dapat dibangun. [***]

Penulis; Bob Shinoda/*

(Visited 22 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*