TKA di Morowali mengganti warna helm sebagai salah satu cara untuk menyembunyikan antara yang punya skill dan yang tak punya skill. [Istimewa]

Gubernur Sulteng Sudah Rekomendasikan Deportasi TKA di PT IMIP

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Drs H. Longki Djanggola menanggapi serius pemberitaan banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali. Terlebih lagi setelah adanya statemen dari Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Nasdem, Irma Suryani, pada tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One, Tanggal 1 Mei 2018.

Menurut Gubernur, selama ini Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulteng) sangat tegas dan intensif melakukan pengawasan terhadap TKA. Bahkan, Pemda telah mengeluarkan rekomendasi deportasi TKA, melalui sidak Disnakertrans pada awal tahun 2018 dan pada tanggal 30 April 2018 lalu.

“Sama sekali tidak betul kalau Pemprov ada “hangky pangky” dengan investor dan perusahaan di kawasan PT. IMIP seperti yang diutarakan anggota komisi IX DPR RI Fraksi Nasdem Irma Suryani, pernyataan tersebut Asal Bunyi (Asbun),” kata gubernur melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Sekertariat Daerah Provinsi Sulteng Drs. Haris Kariming, dalam keterangannya, Jumat (4/5/2018).

Bahkan kata Haris, gubernur akan kembali melakukan pengawasan dan evaluasi keberadaan TKA di PT. IMIP, Sabtu (5/5/2018) besok.

Dikatakannya, proses penerbitan RPTKA dan IMTA baru dilakukan oleh pengguna TKA kepada Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kementerian Ketenagakerjaan Nomor 3 Tahun 2015 tentang SOP Penerbitan perizinan Penggunaan TKA dalam pelayanan terpadu satu pintu di Badan Koordinasi Penanaman Modal. Jangka waktu penyelesaian penerbitan RPTKA dan IMTA lengkap berkas selama tiga hari kerja tetapi kenyataan hampir 1 sampai 3 bulan baru terbit.

Gubernur juga sudah menghimbau Kementerian Tenaga Kerja pada penyusunan RPTKA harus jelas datanya dikirimkan ke Pemprov Sulteng, begitu juga dokumen pendukungnya, termasuk data TKA yang dikirimkan harus riil sebagai bahan pembanding dan pengawasan.

BACA JUGA:

“Sekarang ini Pemprov hanya disuruh mengawasi ‘peta buta’ karena data TKA yang bekerja tidak jelas dikirim oleh kementerian tenaga kerja begitu sebaliknya dr pihak PT IMIP tidak pernah mengirimkan data TKA yang di pekerjakan,” imbuh Haris.

Berdasarkan data hasil pemerikasaan pegawai pengawas ketenagakerjaan Sulawesi Tengah yang mendampingi pemeriksaan khusus dari Kementerian Ketenagakerjaan pada tanggal 30 April 2018 yang dipimpin langsung Dirjen Binwasnaker dan K3 Irjen Pol. Sugeng Priyanto dan Direktur Penegakan Hukum Brigjen Pol. Iswadi Hari dan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Pusat, bahwa kawasan PT. IMIP mempekerjakan tenaga kerja dengan rincian; Tenaga Kerja Lokal (TKL) 20.767 orang dan Tenaga Kerja Asing (TKA) 2.192 orang.

“Dalam Sidak terdapat dua warga Tiongkok yang sudah bekerja, tapi belum memiliki IMTA dan di rekomendasikan untuk keluar dari perusahaan/kembali ke Negara asalnya, dan pada tanggal 18 Desember 2017, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah memberikan rekomendasi Nota Pemeriksaan untuk keluar dari tempat kerja di Wilayah Kabupaten Morowali sebanyak 40 orang warga negara Tiongkok,” jelas Haris Kariming.

Karo Humas, Haris Kariming juga menyayangkan keberadaan TKA yang ketika datang sering mendapat sorotan publik yang setiap minggu datang antara 50-60 orang, tetapi informasi kepulangan tidak pernah terekam publik karena jumlah yang pulang setiap minggu antara 50-60 orang karena izin tinggalnya habis.

Karo Humas mengakui, saat ini PT. IMIP masih membutuhkan tenaga kerja lokal sekitar 4.803 orang dengan persyaratan standar memiliki SIM B dan setelah di terima langsung dilakukan pelatihan. Untuk itu, Politeknik Pertambangan milik Kementerian Perindustrian diharapkan dapat merekrut dan mendidik anak daerah dalam ketenagakerjaan Morowali.

“Untuk angkatan pertama telah diterima 96 orang yang akan dipekerjakan dan berasal dari masyarakat sekitar, Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara,” sebut Karo Humas dan Protokol. [***]

Penulis; Bob Shinoda
Editor; Sutrisno

(Visited 101 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*