Gubernur Sulteng, Longki Djanggola.

Gubernur Sulteng: Sulit Menertibkan Penambangan Emas Poboya

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Longki Djanggola mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kesulitan untuk menertibkan penambangan emas ilegal di lokasi kontrak karya milik PT Citra Palu Mineral, Kelurahan Poboya, Kota Palu.

“Karena masyarakat adat, masyarakat lokal merasa bahwa itu merupakan hak ulayat mereka yang tidak boleh diganggu gugat,” kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola, saat menerima Komisi VII Bidang Energi Sumber Daya Mineral DPR RI, di Ruang Kasiromu Sekretariat Daerah Pemprov Sulteng, Rabu (25/4/2018).

Menurutnya, kegiatan penambangan emas ilegal di Poboya, dilakukan oleh kurang lebih empat perusahaan yang berboncengan dengan lembaga adat.

“Empat perusahaan ini sebelumnya sudah kami laporkan ke pihak kepolisian untuk di tindaklanjuti,” kata Longki Djanggola.

Ia menyebut bahwa PT. Citra Palu Mineral (CPM) tidak terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal yang dilakukan oleh empat perusahaan itu.

Adanya kerjasama antara empat perusahaan tersebut dengan masyarakat, kata Longki, menjadi tantangan dan kesulitan bagi Pemprov Sulteng dalam menertibkan kegiatan penambangan di lokasi kontrak karya.

Longki mengaku setuju dengan adanya konvensi minamata yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 11 tahun 2017 tentang Konvensi Minamata Mengenai Merkuri.

Ia juga menyebut bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi larangan penggunaan merkuri pada kegiatan penambangan emas di Kelurahan Poboya.

“Kalau saya katakan sekarang ini, sudah hampir-hampir tidak ada lagi penggunaan merkuri di Poboya. Kalau sianida mungkin masih,” terangnya. [***]

Sumber; Antara

(Visited 75 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*