Inilah salah satu titik ruas jalan Malala-Tolitoli yang tahun 2017 mendapatkan anggaran sekira Rp19 miliar. [Agus Manggona]

Habiskan Puluhan Miliar, Pemeliharaan Ruas Jalan Malala-Tolitoli “Buram”

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Paket pemeliharaan ruas jalan Malala-Tolitoli tak henti-hentinya menuai sorotan. Pasalnya, dalam prospek pekerjaan di lapangan tidak sesuai harapan masyarakat. Padahal diketahui, pemerintah pusat mengucurkan dana pemeliharaan berkala yang nilainya cukup fantastis yakni miliaran rupiah dalam setiap tahunnya.

Kondisi ini bisa terlihat di ruas jalan Malala-Tolitoli khususnya di sepanjang Desa Kongkomos Kecamatan Basidondo Kabupaten Tolitoli. Menurut warga setempat minggu kemarin ia melihat ada beberapa pekerja sedang melakukan pengaspalan, dengan menutup jalan-jalan yang berlubang. Anehnya tidak sampai sepekan jalan-jalan tersebut sudah berlubang dan terkelupas. Hal ini dikarenakan tidak maksimalnya cara pengerjaannya.

“Harusnya jalan tersebut diprinkut terlebih dahulu, baru kemudian di sensit, sehingga ada ketahanan. Namun yang ditemukan dilapangan jalan yang rusak dan berlubang ini langsung di aspal, makanya belum satu minggu sudah terkelupas,” kata Rustam warga desa Kongkomas.

Menurut Rustam, mestinya dengan dana yang besar, pemeliharaan jalan negara ini betul-betul di maksimalkan. Bukan hanya dikerja asal-asalan yang muaranya hanya merugikan keuangan negara. “Ini salah satu potret buram realisasi paket pemeliharaan rutin jalan nasional,”tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini menyebutkan, preserfasi pemeliharaan rutin kondisi jalan Lakuan – Laulalang – Lingadan – dalam Kota Tolitoli – Silondou – Malala tahun 2017 dimitrakan kepada PT Kurnia Graha Mandiri dengan anggaran sekira Rp19 miliar.

Pemeliharaan jalan ini setiap tahun menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar dan Tahun 2017 ini dikerjakan PT Kurnia Graha Mandiri. [Agus Manggona]

Pimpinan PT Kurnia Graha Mandiri, Adamo yang dikonfirmasi membenarkan ada pemeliharaan jalan yang usai dikerja sudah mengalami kerusakan di beberapa titik. Hal ini diakibatkan terlalu banyaknya campuran aspal sehingga belum beberapa lama mengalami kerusakan yang cukup parah seperti berlubang dan terkelupas. Namun ia berjanji akan melakukan terkelupas.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 04 Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Hendro yang dihubungi tidak dapat dimintai keterangan. Bahkan saat dihubungi via telpon selulernya tidak aktif dan berada di luar jangkauan. [***]

Rep; Agus Manggona
Red; Sutrisno

(Visited 139 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*