Seleksi CPNS. [Ilustrasi]

Hari Ini, Situs Pendaftaran CPNS sscn.bkn.go.id Bisa Diakses

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan situs Sistem Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (SSCN) yang beralamat di https://sscn.bkn.go.id/
mulai bisa diakses, hari ini Selasa (19/9/2018). Para pelamar wajib mencermati syarat dan formasi jabatan CPNS yang dapat dilamar.

“Portal yang memfasilitasi pendaftaran seleksi CPNS Tahun Anggaran 2018, pada 19 September 2018 dapat diakses publik,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/9/2018).

Ridwan mengatakan dalam awal pembukaan portal SSCN ini, pelamar dipersilakan mendalami informasi mengenai syarat dan formasi jabatan yang sudah tertera di laman SSCN.

“Sementara jadwal waktu pendaftaran akan segera disampaikan kepada publik setelah BKN menerima data formasi lengkap dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang membuka rekrutmen CPNS,” katanya.

Selain membuka lowongan untuk formasi umum, rekrutmen CPNS Tahun 2018, Pemerintah juga membuka jalur formasi khusus bagi pelamar. Jalur formasi khusus tersebut terdiri dari Putra/Putri Lulusan Terbaik berpredikat dengan pujian (Cumlaude); Penyandang Disabilitas; Putra/Putri Papua dan Papua Barat; Diaspora; Olahragawan Berprestasi Internasional; dan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II yang memenuhi persyaratan.

Jalur khusus itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018

Ridwan menjelaskan terkait jalur (formasi) khusus tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II, diperlukan sejumlah syarat, diantaranya terdaftar dalam database BKN.

Selain itu, memenuhi persyaratan perundang-undangan sebagai Tenaga Pendidik atau Tenaga Kesehatan; Persyaratan sebagaimana merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 sebagaimana terakhir diubah dengan PP Nomor 56 Tahun 2012 dan UU Nomor 14 tahun 2005 bagi Tenaga Pendidik, serta UU Nomor 36 Tahun 2014 bagi Tenaga Kesehatan.

Selain persyaratan tersebut, pelamar dengan jalur formasi khusus Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II harus memenuhi persyaratan, antara lain usia paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018, dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang.

Bagi Tenaga Pendidik minimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi Tenaga Honorer Kategori II pada tanggal 3 November 2013. Hal yang sama juga diwajibkan untuk tenaga Kesehatan minimal.

“Mereka juga harus memiliki tanda bukti nomor ujian Tenaga Honorer Kategori II Tahun 2013, dan Memiliki Kartu Tanda Penduduk,” kata Ridwan.

Nantinya, pelamar dengan jalur formasi khusus Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II yang telah diverifikasi dokumennya akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar. [***]

 

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 82 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*