Husen Andi Nawi Jalalembah, SH

Husen: Kekosongan Wagub Sulteng Harus Segera Terisi

Palu, Jurnalsulawesi.com – Berlarut-larutnya pengisian kursi Wakil Gubernur Sulteng paska ditinggalkan alhmarhum (Alm) H Sudarto, terus saja menuai tanya dari kalangan masyarakat. Masalahnya, selain merugikan masyarakat dan partai pengusung pasangan Longki-Sudarto (Longki’S) pada Pilgub 2015 lalu, berlarut-larutnya kekosongan ini juga dinilai telah melanggar undang-undang serta peraturan pemerintah.

Husen Andi Nawi Jalalembah, SH salah satu tokoh masyarakat Sulteng mengatakan partai pengusung Longki’S yakni Gerindra, PAN, PKB dan PBB, harus segera melakukan langkah-langkah konkrit untuk segera mengisi kekosongan kursi Wakil Gubernur, siapapun orangnya.

”Jadi tidak ada alasan jika kursi Wagub ini tidak terisi, karena ini melanggar undang-undang dan akan sangat merugikan masyarakat,” tutur Husen, Senin (16/7/2018).

Husen yang juga salah satu pemerhati Sulteng ini menuturkan, memang untuk mengisi kursi Wagub Sulteng ini dibutuhkan figur yang tidak hanya cerdas, tetapi juga harus visioner, kredibel serta betul-betul mencintai Sulteng.

”Jujur keinginan saya maju sebagai Wagub, semata-mata karena kecintaan saya terhadap Sulteng, sama seperti saya mencintai anak kandung sendiri,” cetusnya.

Menurut Husen, selama setahun ini dirinya terus membangun komunikasi dan komitmen politik baik itu dengan partai pengusung maupun partai pendukung.

”Saat ini tinggal satu partai pengusung yang terkesan menghambat yakni PAN. Padahal awalnya, saya sudah terbangun komitmen dan komunikasi politik. Olehnya saya tetap pegang dengan komitmen ini,”kata Husen.

Ia juga mencontohkan, bagaimana proses Pilwakot Makassar yang memenangkan kotak kosong, serta Pilgub DKI Jakarta dimana Anis Baswedan-Sandi yang masih mengangkat 70 staf khusus untuk mendukung kerja-kerja Gubernur/Wakil Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan.

”Ini salah satu bukti, jika roda pemerintahan perlu penunjang agar lahir kreatifitas dan inovasi. Nah, jika kursi Wagub Sulteng tidak terisi, maka kerja-kerja Gubernur tidak akan maksimal. Apalagi dalam UU posisi Wagub selain melakukan pengawasan terhadap jalannya birokrasi pemerintahan, juga sepenuhnya akan membantu kerja-kerja Gubernur,” tandasnya.

Olehnya ia meminta kepada seluruh partai pengusung untuk menyikapi serta merespon kekosongan jabatan politik di Sulteng ini.

Jika kemudian partai-partai ini tidak mensikapi persoalan ini, sama halnya partai-partai tersebut tidak memahami dan melaksanakan tugas dan tanggungjawab seperti yang tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai (AD/ART) partai masing-masing, sebab mereka tidak memikirkan kesejahteraan masyarakat, serta kemajuan daerah ini.

Ia pun menyoroti sikap dan peran serta para tokoh masyarakat, tokoh Agama, Pers, tokoh Pemuda, LSM serta Akademisi serta tokoh-tokoh lainnya yang terkesan tidur melihat kondisi politik di Sulteng.

”Coba kita bandingkan dengan tokoh-tokoh nasional yang ada, saat ini mereka sibuk dengan Pileg dan Pilpres. Dan yang paling disibukkan adalah posisi wakil presiden. Makanya dimana tanggungjawab dan patriotisme kita selaku masyarakat Sulteng,” tandas Husen.

Untuk itu, dengan kekosongan kursi Wagub ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Apalagi, besaran APBD dan APBN bukan ukuran kemajuan suatu daerah, namun yang paling menentukan adalah seberapa besar investasi yang masuk dan dilaksanakan setiap tahun pada daerah tersebut, terutama berapa banyak pembukaan lapangan kerja yang terserap, mulai dari desa hingga perkotaan.

Mari kita berkaca dengan negara Malaysia yang perkapitanya, empat kali lipat jika dibandingkan dengan perkapita Indonesia. Begitupun per kapita kota-kota Jawa dengan daerah di Sulteng, empat berbanding satu.

Maka dari itu kata Husen, masyarakat Sulteng harus memahami kondisi ini. “Dalam salah satu kitab suci menyebutkan bahwa Tuhan tidak akan merubah sesuatu kaum, sebelum kaum itu sendiri yang merubah nasibnya. Ataukah ini sudah menjadi nasib masyarakat Sulteng seperti ini?,” ujarnya dengan nada tanya.

Dengan pertolongan yang maha kuasa Husen berkeyakinan, di Tahun 2025 mendatang, masyarakat dan provinsi Sulteng akan masuk lima besar provinsi termaju di Indonesia. Namun semua itu, terletak pada kebersamaan dan tekad kita bersama. Karena semua sarana dan prasarana baik itu SDM maupun SDA cukup tersedia dalam menunjang pencapaian hal yang dimaksud. Kiranya Tuhan yang maha kuasa meridhoi semua perjuangan masyarakat Sulteng. [***]

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 54 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*