Salah satu gedung di Kampus IAIN Palu usai dihantam tsunami pada 28 September 2018 lalu. [Dok/JS]

IAIN Palu Butuh Rp117 Miliar untuk Revitalisasi Kampus

Palu, Jurnalsulawesi.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, membutuhkan anggaran senilai Rp117 miliar untuk revitalisasi perguruan tinggi tersebut guna memulihkan peran dan fungsinya pascagempa dan tsunami menghantam kampus berlokasi di tepi pantai Teluk Palu itu.

“Biaya untuk kebutuhan rekonstruksi IAIN Palu pascabencana sekitar Rp117 miliar,” ucap Kepala Sub Bagian Keuangan IAIN Palu, Ahdar, di Palu, Jumat (9/11/2018).

Kebutuhan biaya itu untuk rekonstruksi 34 item terdiri atas gedung rektorat, gedung L Fakultas Syariah, BAAK, student center, ruang dosen, laboratorium terpadu, gedung kuliah tarbiyah, gedung dekanat tarbiyah, gedung kuliah dan dekanat Ushuluddin. Kemudian, gedung pascasarjana, aula, gedung kuliah dan dekanat fakultas syariah, gedung kuliah dan dekanat fakultas dakwah, gedung lab bahasa dan komputer, gedung perpustakaan, gedung garasi bus kampus.

Gedung M, gudang peralatan, gedung smooking area, gudang arsip, gedung garasi 2 bus kampus, rumah genset, Masjid Al-Abrar IAIN Palu, gedung koperasi, kantin, gedung radio kampus, pos jaga depan aula, pos jaga depan auditorium, pos jaga depan rektorat, serta sarana prasarana pendukung kampus IAIN Palu (perhitungan lump sump).

Kebutuhan biaya untuk revitalisasi kampus itu, telah disampaikan kepada pemerintah pusat lewat Kementerian Agama di Jakarta.

“Rektor telah menyampaikan atau mempresentasikan kebutuhan IAIN Palu pascabencana kepada Kementerian Agama di Jakarta,” ujar Kepala Biro IAIN Palu Ramang.

Saat ini perkuliahan dan pelayanan birokrasi kepada mahasiswa sebagian berlangsung di tenda-tenda yang terpasang diluar bangunan gedung. Perkuliahan semester ganjil berlangsung di tenda-tenda yang dibangun bantuan dari Baznas Pusat, Kementerian Agama dan BNPB.

Selain di tenda-tenda, mahasiswa juga menimba ilmu dengan dosen-nya di teras-teras gedung fakultas di lingkungan perguruan tinggi itu.

Pascagempa dan tsunami menghantam perguruan tinggi tersebut yang memporak-porandakan bangunan gedung perguruan tinggi itu, IAIN Palu mengubah sistem perkuliahan.

Dalam surat edaran Rektor IAIN Palu Nomor: 43/In.13/HK.00.7/05/2018 tentang pelaksanaan perkuliahan pascagempa, likuifaksi dan tsunami di Kota Palu, Sigi dan Donggala, pelaksanaan perkuliahan semester ganjil 2018/2019 dalam bentuk semester pendek dengan jumlah pertemuan delapan kali.

Selanjutnya dalam pelaksanaan perkuliahan tersebut pertemuan maksimal empat kali dengan mahasiswa dan pertemuan selanjutnya dalam bentuk penugasan baik tugas terstruktur maupun mandiri dan atau cara lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Edaran itu juga meminta kepada setiap dosen menandatangani dan mengisi absen setiap perkuliahan, kemudian Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi dalam edaran itu juga meminta kepada unsur yang mendukung terlaksananya perkuliahan untuk melakukan koordinasi. [***]

Sumber: Antara

(Visited 9 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*