Seminar Sinegeritas Peran Pemerintah dan Ormas dalam Upaya Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme di Wilayah Indonesia Timur, di Unisa Palu, Sabtu (21/4/2018). [Ist]

Ilmu Fiqih Mencegah Paham Radikalisme

Palu, Jurnalsulawesi.com – Plt Ketua Utama PB Alkhairaat DR. Habib Alwi bin Sagaf Aljufri LC, mengatakan generasi Islam harus belajar ilmu fiqih. Karena fiqih salah satu ilmu dalam syariat Islam, yang khusus membahas persoalan hukum yang mengatur aspek kehidupan manusia.

“Generasi Islam tanpa ilmu fiqih adalah generasi yang merugi. Karna ilmu fiqih adalah ilmu yang mengatur tentang kehidupan manusia dengan Tuhan, dan mengatur manusia dengan alam serta dengan prilakunya,” terang Habib Alwi, dalam sambutannya pada Seminar Sinergitas Peran Pemerintah dan Ormas dalam Upaya Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme di Wilayah Indonesia Timur, di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Sabtu (21/4/2018).

Dalam seminar yang dirangkaikan dengan Lomba Cerdas Cermat tentang ilmu fiqih itu Habib Alwi juga menegaskan, bahwa PB Alkhairaat menolak paham radikal dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketertiban dan keamanan, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Karena itu, generasi muda Islam harus belajar ilmu fiqih. Karena dengan ilmu fiqih dapat mencegah masuknya paham radikalisme kepada generasi muda. Ini juga untuk mengantisipasi paham radikal sejak dini,” tegas Habib Alwi, sembari mengapresiasi kegiatan yang digagas Ikatan Alumni Alkhairaat Palu itu.

Hal senada diungkapkan Rektor Unisa Palu, DR. H. Hamdan Rampadio, SH, MH. Menurut rektor, ilmu fiqih sangat penting ditanamkan kepada generasi muda Islam.

“Karena dengan mempelajari fiqih, kita bisa mencari kebiasaan faham dan pengertian dari agama Islam. Belajar fiqih juga memperdalam pengetahuan dalam hukum-hukum agama, baik dalam bidang aqidah, akhlak maupun dalam bidang ibadah dan muamalah,” jelasnya.

Rektor juga memberikan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi rangkaian dari Rakernas Ikatan Alumni Universitas Alhairaat Palu itu.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan patut diapresiasi. Apalgi seminar ini bekerjasama dengan pihak Kepolisian. Insya Allah pada 28 April 2018, Unisa akan datangkan Ustad Nasir Abbas, untuk menjadi pembicara dalam seminar Menangkal Radikalisme bekerja sama dengan Polda Sulteng,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Alkhairaat sekaligus panitia kegiatan Abdul Malik SE menyampaikan, generasi muda Islam harus membentengi diri dengan ilmu fiqih, agar tidak terjebak dengan paham yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Abdul Malik juga mengapresiasi kehadiran para alumni Alkhairaat pda kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam seminar diantaranya,
Kapolda Sulteng yang diwakili Dir Intelkam, Kombes Pol Drs. Lilik Apriyanto, Dekan Fakultas Agama Islam Unisa Palu, Drs. Asbar Tantu MH bersama sekira 200 undangan dari Alumni dan mahasiswa Unisa Palu, serta perwakilan mahasiswa perguruan tinggi di Palu. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 112 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*