Para terduga kelompok radikal yang masih dalam pengejaran. [Istimewa]

Ini Pengakuan Mantan Kurir Kelompok Radikal Poso

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Aparat Kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap kelompok radikal yang selama ini masih bersembunyi di Wilayah Kabupaten Poso.

Menurut pengakuan mantan kurir aktif, kelompok radikal di bawah pimpinan Ali Kalora ini, masih terus melakukan “gentayangan” di dua wilayah yakni Poso dan Parigi Moutong (Parimo).

Bahkan pada bulan Mei 2018 lalu, salah satu mantan kurir kelompok radikal warga Poso Pesisir berinisial C yang ketika itu bertugas sebagai pengumpul logistik mengakui jika kelompok radikal ini masih ada.

Ia mengaku dirinya bergabung dengan kolompok radikal ini karena direkrut oleh salah satu kurir yang beinisial A salah seorang kurir yang lebih dulu bergabung. Ketika itu, ia dijanjikan akan diberikan imbalan uang jika mau bergabung dan berjuang dengan para jihadis dalam menegakkan agama Allah di Kabupaten Poso.

Namun seiring waktu berjalan, A mulai sadar, jika apa yang ia lakukan akan menimbulkan resiko. Bukan hanya hanya buat dirinya, namun keluarganya pun menjadi sasaran oleh kelompok radikal, jika dianggap telah membocorkan rahasia kepada orang-orang disekitarnya.

”Jadi alasan ini yang membuat saya keluar dan tidak lagi bergabung dengan kelompok radikal Poso,” tuturnya.

Apalagi ia sadar akan resiko yang akan dihadapi, sehingga sedikit demi sedikit, ia membeberkan kegiatannya selama bergabung dengan kelompok radikal kepada aparat keamanan. Termasuk memberikan informasi tentang pergerakan dan keberadaan kelompok radikal tersebut di wilayah kabupaten Poso dan kabupaten Parimo, khususnya di wilayah Kecamatan Sausu.

Ia mengungkapkan bahwa kelompok radikal Poso dibawa pimpinan Ali Kalora berjumlah tujuh orang, sebagian besar anggota kelompok ini berasal dari wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Mereka ini masih di Wilayah Kabupaten Poso dan Kabupaten Parimo,” katanya.

Namun untuk mengantisipasi merebaknya ajaran ini, ia berharap dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan ajaran jihad yang disebarkan oleh kelompok radikal, karena jelas-jelas sangat menyalahi dengan syariat Islam.

“Kepada seluruh masyarakat yang ada diwilayah Kabupaten Poso, kiranya betul-betul mencari ustad yang bisa mengajak dan mengajarkan pada jalan benar, serta jauh dari sikap intoleran dan radikal,” pintanya.[***]

Penulis; Agus Manggona

(Visited 329 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*