Kombes Lilik Aprianto

Intelkam Polda Sulteng Silaturrahmi dengan Wartawan

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Direktur Intelkam Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) Kombes Lilik Aprianto menggelar silaturrahmi dengan sejumlah wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online. Pertemuan itu dilakukan agar dapat terjalin sinergitas antara aparat intelkam dengan wartawan, untuk menciptakan suasana kondusif di daerah ini.

Menurutnya, media melalui pemberitaan sangat penting dalam menciptakan suasana kondusif dan menjaga Kamtibmas. “Kita berharap melalui pertemuan ini bisa saling memberi masukkan demi menjaga kamtibmas,” kata Lilik di salah satu cafe di Kota Palu, Selasa (27/3/2018) malam.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Heri Murwono itu Lilik menyampaikan, keberadaan pers sangat penting untuk membantu kerja-kerja intelejen di lapangan, sebab kerja Intelejen dan wartawan sama-sama mencari informasi. Karena itu, pihaknya membutuhkan sinergitas atau kerja sama kedua lembaga ini.

“Saya yakin dan percaya, rekan-rekan wartawan dalam memberikan informasi selalu berupaya untuk bisa akurat dan berimbang, agar tidak ada tafsir yang meresahkan di masyarakat,” ujarnya.

Apalagi saat ini kecepatan informasi melalui media sosial sangat cepat diterima masyarakat. Contoh kasus kata Lilik, peristiwa eksekusi lahan di Luwuk beberapa hari lalu begitu cepat beredar di media sosial yang disebarkan masyarakat umum, sehingga menciptakan multi tafsir.

“Hal-hal seperti ini yang harus kita jaga bersama, jangan sampai informasi yang beredar justru memperkeruh suasana,” harapnya.

Meski demikian, ia mengakui dalam kasus eksekusi lahan di Luwuk itu ada kesalahan prosedur sehingga terjadi kekacauan. “Makanya Kapolresnya langsung dicopot,” imbuhnya.

Karena itu ia mengajak insan pers di daerah ini untuk sama-sama memerangi berita hoax yang muncul di media sosial dengan cara membuat berita yang akurat dan berimbang. Bahkan, perlu diwaspadai kemunculan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menyebar isu yang tidak benar, hingga informasi berbau SARA.

Lilik juga menyadari, terkadang saat ada wartawan yang berupaya memperoleh konfirmasi namun gagal. Hal itu kemungkinan karena pejabat berwenang di kepolisian tengah disibukkan dengan persoalan yang sedang terjadi.

“Karena pada saat-saat seperti itu biasanya telepon masuknya bertubi-tubi, sementara ada yang lebih mendesak untuk diselesaikan. Sama dengan teman-teman pasti didesak oleh redaksi masing-masing untuk segera mendapatkan konfirmasi. Itulah yang terkadang membuat putusnya komunikasi,” katanya.

Sementara, Perwakilan Dewan Pers di Sulteng Rolex Melaha yang turut hadir dalam pertemuan itu menyambut baik pertemuan tersebut. Rolex menyampaikan, pada prinsipnya wartawan di Sulteng sudah memahami mana berita yang bisa merugikan masyarakat, khususnya dalam membuat berita konflik.

“Hampir semua wartawan di Sulteng pernah melakukan liputan konflik Poso, jadi teman-teman sudah paham,”ujarnya.

Rolex juga berharap agar ke depan antara wartawan dengan kepolisian dapat terjalin komunikasi yang lebih baik dan lebih terbuka.

“Akan lebih bagus lagi jika teman-teman bisa dengan mudah menjalin komunikasi dengan aparat kepolisan di semua tingkatan. Bukan hanya dengan Polda, tetapi sampai tingkat Kapolres dan Kapolsek, sehingga kami bisa lebih cepat, akurat dan lebih berimbang dalam menyajikan berita yang layak untuk dipublikasikan,” kata Rolex yang juga Kepala LKBN Antara Sulteng itu. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 72 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*