Jembatan Kuning yang menjadi ikon Kota Palu ambruk usai diterjang gempa dan tsunami pada 28 September 2018. Bencana yang melanda Sulawesi Tengah membuat dunia trenyuh, termasuk Islamic Center of South West Florida, yang menggalang dana untuk para korban. [Dok.JS/Ist]

Islamic Center di Florida Galang Dana untuk Korban Bencana Sulteng

Jurnalsulawesi.com – Islamic Center of South West Florida atau Masjid Ibrahim di Fort Myers, Florida, menggalang dana untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Penggalangan dilakukan melalui kotak amal setiap shalat Jumat pada Oktober dan November.

Tidak banyak diaspora Indonesia tinggal di kota kecil Fort Myers di negara bagian Florida. Tetapi, Muslim Indonesia di sana dikenal aktif beribadah di Masjid Ibrahim yang juga Islamic Center of South West Florida atau Pusat Islam Florida Barat Daya.

Ketika gempa berturut-turut melanda Lombok, jemaah masjid itu bertubi-tubi menyampaikan ucapan duka cita kepada Muslim Indonesia. Dan ketika gempa dan tsunami melanda Palu dan Donggala, jemaah masjid spontan bergerak menggalang dana.

“Mereka merasa trenyuh,” ungkap Muhamad Imanudin, salah satu warga Indonesia yang aktif berkegiatan di Masjid Ibrahim. Ia merasa terharu ketika pengurus masjid mengkhususkan sedekah setiap sholat Jumat untuk membantu korban bencana di Indonesia.

Anggota komisi eksekutif, yang juga mantan ketua pengurus Masjid Ibrahim, Khaled Bajwa menjelaskan, masjid menyiapkan tiga kotak. Selama dua pekan, masing-masing kotak ditempatkan di tiga bangunan masjid, dua di bagian utama, lainnya di bagian perempuan.

Usai sholat Jumat akhir Oktober, khotib mengumumkan, dana yang terkumpul dari sholat Jumat sebelumnya dan pada hari itu melampaui 5.800 dolar (sekitar Rp 87 juta). Penggalangan dana akan terus dilakukan sampai dana akhirnya dikirimkan ke Indonesia.

“We are gonna add some money from the masjid site,” ujar Khaled Bajwa seperti dilansir VOA Indonesia.

Bajwa juga mengatakan, pihak masjid akan menambah uang itu sampai sekitar 5.000 dolar supaya bisa terkumpul lebih dari 10 ribu dolar.

Tidak satu pun jemaah masjid itu pernah ke Indonesia. Mereka hanya tahu, mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Selebihnya, menurut Imanudin, jemaah dan pengurus masjid hanya tahu Indonesia dari berita di televisi.

Tetapi bagi Bajwa, Indonesia sangat dekat di hatinya karena putranya, seorang dokter, terjun langsung membantu pasca gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004.

Pengurus Masjid Ibrahim sudah menghubungi konsulat Indonesia di Houston, memberitahu upaya mereka tetapi memutuskan menyerahkan dana bantuan itu ke Indonesia Relief yang dinilai lebih mengetahui pendistribusiannya.

Ketua Indonesia Relief Bambang Achirudin mengaku sudah berkomunikasi dengan Imanudin, sebagai perwakilan warga Indonesia di Fort Myers, dan siap menerima dana bantuan itu, untuk segera mendistribusikannya. [***]

 

(Visited 14 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*