Natsir Said. [Ist]

Jabatan dan Parade Kebodohan

Bagikan Tulisan ini :

Oleh: Natsir Said*
Hari ini, Selasa (19/12/2017) siang, segerombolan imajinasi fikirku buyar. Gelas kopi yang baru diteguk setengah menjadi kehilangan filosofinya. Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI tiba-tiba masuk di warung kopi Sudimari II jalan Masjid Raya, Palu.

Meja duduk ‘di obrak-abrik’ untuk menyambut pejabat negara itu. Sejujurnya, fikiranku sedikit protes. Penyambutan pada ‘pejabat’ harus berubah seiring upaya merubah mindset. Mencoba agar selalu tampil biasa saja seperti yang sebenarnya juga kadang menjadi penting. Penting agar mereka yang memegang kuasa itu tidak selalu dihidangkan dengan sesuatu yang palsu.

Bahwa pelayanan yang seperti ‘dibuat-buat’ itu semakin mempertegas bahwa ternyata kolonialisme mengakar jadi budaya, begitu kuatnya hingga menjadikan kita seolah sedang mempertontonkan ‘kebodohan’ pada kemanusiaan.

Sungguh, bukan demokrasi keterwakilan seperti ini yang dimakud para pendiri bangsa. Memilih dan menempatkan jabatan pada seseorang lalu kita mendewakannya. Jika menggunakan akal sehat maka sungguh budaya ini telah menghinakan akal sehat. Lebih sederhananya, saya coba menyederhanakan dalam skema seperti ini; rakyat memilih pemimpin lalu kemudian pemimpin yang dipilih itu dilayani rakyat.

Skema sederhana di atas walaupun menimbulkan banyak apologi untuk melakukan bantahan, namun faktanya seperti itu. Tulisan ini juga bukan hendak mendiskreditkan mentalitas mereka yang diberikan kekuasaan. Sebab dalam beberapa kejadian yang sama, justru kitalah yang terlalu berlebihan melayani mereka. Bahkan tidak jarang tanpa segan, dengan cara mengusik orang lain yang dianggap lebih rendah dalam kasta sosial, walaupun memiliki hak yang sama sekalipun.

Saya selalu merasa risih ketika berhadapan degan pemandangan seperti di atas. Dalam kajian sosiologi kata DR. Suparman Samsuddin, perilaku tersebut sama saja dengan tindak kekerasan, tentu dalam skala tertentu. [***]

(Penulis adalah warga Kota Palu dan Mantan Jurnalis)

(Visited 196 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*