Para pebalap TdCC 2017 saat memacu sepeda di salah satu tanjakan yang dilintasi pada etape II Poso-Parigi Moutong. [Wati/FB]

Jamal Hibatullah Terbaik, Pebalap Filipina Jadi ‘King of Mountain’ TdCC 2017

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Lomba balap sepeda wisata internasional Tour de Central Celebes (TdCC) telah usai. Lomba yang diikuti 69 pebalap dari 18 negara tersebut ditutup setelah pebalap menyelesaikan Etape III di garis finish depan Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Rabu (8/11/2017).

Pebalap KFC Cycling Club Jakarta, Jamal Hibatullah, meraih “yellow jersey” (jaket kuning) sebagai lambang supremasi pebalap terbaik pada TdCC 2017, sekaligus berhak mengantongi hadiah uang tunai senilai Rp30 juta.

Pebalap terbaik kedua direbut Ray Ariehan Hilman, pebalap Indonesia yang dikontrak Club Next Singapura dan mengantongi hadiah Rp20 juta sedangkan di tempat ketiga Hari Fitrianto, pebalap Indonesia yang bergabung pada Club CCN Laos dan berhak atas hadiah uang tunai Rp15 juta.

Sekretaris Pemerintah Provinsi Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate mewakili Gubernur Longki Djanggola mengenakan jeket kuning kepada Jamal yang disaksikan ribuan warga Kota Palu serta menyerahkan hadiah kepada ketiga pebalap terbaik TdCC yang berhadiah total hampir Rp600 juta itu.

Sementara itu rekan satu tim Jamal di KFC yakni Abdul Gani terpilih menjadi pebalap tercepat alias raja sprint dengan lambang Green Jersey (Jeket Hijau), dan pebalap tercepat kedua adalah Jamal Hibatullah sedangkan tercepat ketiga George Luis Oconer, pebalap Go for Gold dari Filipina.

Ketiga pebalap tercepat dari 68 pebalap yang meramaikan TdCC, 6-8 November 2017 itu masing-masing menerima hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta, Rp6 juta dan Rp4 juta.

Sementara itu pebalap Filipina Jonel Carcueva dari tim Go for Gold ditetapkan sebagai raja tanjakan (king of mountain) karena dari tiga etape TdCC, Jonel menjadi yang terdepan menaklukan tanjakan-tanjakan yang dilombakan. Jonel disusul Firman Hidayat dari BRC Banyuwangi di urutan kedua serta Asrin Iswana dari Klub PGN Jakarta. Mereka bertiga mengantongi hadiah uang tunai masing-masing Rp10 juta, Rp6 juta dan Rp4 juta.

Pebalap TdCC menaklukkan jalur Kebun Kopi, pada Etape III, Rabu (8/11/2017). [Wati/FB]

Penyelenggara TdCC juga menyediahkan hadiah khusus kepada pebalap nasional yang meraih predikat terbaik selama lomba yang dimenangkan Jamal Hibatullah (KFC Jakarta), disusul Ray Ariehan Hilman (Next Club Singapura dan Hari Fitrianto (CNN Laos) dengan hadiah masing-masing Rp8 juta, Rp6 juta dan Rp4 juta.

Ada juga penghargaan dan hadiah untuk klub terbaik khusus Indonesia yang dimenangkan KFC Jakarta yang meraih hadiah Rp10 juta sedangkan tim terbaik umum dimenangkan Go for Gold Filipina yang merebut hadiah Rp20 juta, disusul KFC Rp15 juta danb PGN Jakarta Rp10 juta.

Khusus untuk pemenang Etape III (terakhir) yang menempuh jarak 13,3 kilometer dari Kota Parigi ke Palu, Rabu petang, pebalap tercepat menyentuh garis finish adalah George Luis Oconer (Filipina), disusul Ronel Hualda (Filipina) dan Abdul Gani (KFC) dan berhak atas hadiah masing-masing Rp18 juta, Rp9 juta dan Rp5 juta.

Sedangkan raja sprint Etape III direbut Abdul Gani (KFC) dan Raja Tanjakan (King of Mountain) Firman Hidayat dari BRC Banyuwangi. Atas prestasi keduanya, mereka menerima hadiah uang tunai masing-masing Rp2,5 juta.

Menurut pihak panitia, lebih separuh dari total hadiah sektiar Rp600 juta diborong oleh tim KFC Jakarta karena lima pebalapnya yang turun pada lomba ini merajai semua nomor lomba dan kategori hadiah dan penghargaan yang disiapkan panitia penyelenggara.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan TdCC mulai dari Union Cyclist Internasionale (UCI), Indonesia Cycling Federation (ICF), dan sponsor hingga pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten kota, jajaran media serta seluruh masyarakat.

“Saya bangga bahwa semua pihak menjadi tim yang solid selama TdCC digelar dan mendapat dukungan serta respon yang sangat positif dari seluruh masyarakat dan media massa,” katanya dalam sambutna tertulis yang dibacakan Hidayat Lamakarate.

Ia berharap TdCC 2018 akan lebih baik penyelenggaraannya dengan etape yang lebih panjang dan menantang serta sudah tercatat dalam UCI Race Point.

“Tahun depan Insya Allah akan kita gelar lagi yang etapenya dimulai dari Kota Luwuk, Kabupaten Banggai hingga ke Donggala. Kalau tahun ini melibatkan empat kabupaten dan Kota Palu, tahun depan akan melibatkan enam kabupaten dan Kota Palu,” ujar gubernur yang disambut tepung tangan ribuan warga.

Sementara itu pebalap terbaik Jamal Hibatullah kepada wartawan mengaku sangat senang bisa mengikuti TdCC bahkan bisa meraih prestasi terbaik bersama timnya di KFC.

“Daerah ini sangat indah, masyarakatnya ramah tamah, pelayanan panitia juga memuaskan dan cuacanya juga tak begitu panas seperti perkiraan semula. TdCC tahun depan kami pasti ikut lagi,” katanya. [Antarasulteng.com]

(Visited 281 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*