Kapolda Brigjen Ermi Widyatno didampingi Wakapolda dan Kabid Humas menggelar jumpa pers di Mapolda Sulteng, Selasa (10/7/2018). [Trisno]

Januari-Juni 2018, Terjadi 827 Kasus Curanmor di Sulteng

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kurun waktu Januari-Juni 2018, telah terjadi 827 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah hukum Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kasus curanmor ini menjadi tindak pidana tertinggi dari lima kasus paling menonjol yang terjadi di daerah ini.

“Ini sudah mengalami penurunan dibanding periode yang sama di Tahun 2017 lalu, yang mencapai 1.092 kasus. Dari 827 kasus yang terjadi di semester I 2018, sebanyak 339 kasus atau 40,99 persen yang sudah ditangani oleh jajaran Kepolisian Sulteng,” kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs. Ermi Widyatno, MM, kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulteng, Selasa (10/7/2018).

Kapolda mengatakan, penanganan kasus tidak pidana curanmor ini juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 13,25 persen.

Selain curanmor, kasus tindak pidana Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga cukup menonjol, yakni sebanyak 215 kasus, turun dari tahun sebelumnya sebanyak 279. Hingga saat ini, kasus KDRT yang sudah ditangani berjumlah 8 kasus.

“Tindak pidana kriminal yang lainnya yakni penyerobotan tanah, yang jumlahnya di Sulteng mencapai 47 kasus. 21 kasus sudah ditangani jajaran kami,” kata Ermi Widyatno yang didampingi Waka Polda Kombes Aris Purnomo dan Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono.

Sementara, sepanjang tahun 2018 juga terjadi tindak pidana pembunuhan yang berjumlah 14 kasus, atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 8 kasus.

Jajaran Polda Sulteng juga menangani sejumlah kasus tindak pidana khusus diantaranya, tindak pidana (TP) Kehutanan sebanyak 13 kasus, TP Migas 12 kasus, TP ITE 61 kasus (28 dicabut), TP Korupsi 13 kasus, TP Jaminan Fidusia 12 kasus, TP Pertambangan 9 kasus, TP Ilegal Fishing 2 kasus, serta TP lainnya yakni, Ketenagakerjaan, Budidaya Tanaman, Uang palsu dan perlindungan konsumen masing-masing satu kasus.

“Dari data-data itu, jumlah tidak pidana khusus juga mengalami peningkatan sebanyak 50 kasus. Tahun 2017 terjadi 80 kasus, Tahun 2018 ini meningkat menjadi 130 kasus atau naik 38,46 persen,” terang Kapolda.

Penanganan kasus tindak pidana khusus ini juga mengalami peningkatan sebesar 31,8 persen dari 30 kasus yang diselesaikan di Tahun 2017, menjadi 44 kasus yang sudah diselesaiakn di Tahun 2018 ini. [***]

 

Penulis; Sutrisno

(Visited 37 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*