Banjir menerjang Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulteng. Puluhan rumah warga terendam dan merusak areal perkebunan warga. [Ist]

Jatam: Banjir Bahodopi Tanggungjawab PT. Bintang Delapan Mineral

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Banjir yang menerjang Kecamatan Bahodopi, Kabupten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa hari lalu, telah merendam puluhan rumah dan merusak areal perkebunan warga.

Koordinator Pelaksana Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng Moh. Taufik dalam keterangan persnya, Rabu (23/5/2018), mengatakan PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) harus bertanggungjawab atas banjir yang menyebabkan warga mengungsi hingga ke bukit-bukit.

Menurutnya, bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Bahodopi, tidak lepas dari aktivitas pertambangan bijih Nikel, yang telah merusak kawasan hutan sebagai daerah penyangga bencana banjir di daerah itu.

“Tahun 2017 Jatam Sulteng menemukan sedikitnya 4 Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan ( IPPKH ), yang diterbitkan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Lingkungan dan Kehutanan di Kecamatan Bahodopi. Izin itu diberikan kepada empat perusahaan tambang yang merupakan Grup dari PT. Bintang Delapan Mineral (BDM),” kata Taufik.

Dikatakannya, temuan ini sejalan dengan surat yang dikeluarkan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, tanggal 26 Mei 2017 dengan Nomor Surat: 522/17.36/Bidang P2H, setelah Jatam Sulteng meminta Dokumen IPPKH yang aktif untuk kegiatan pertambangan tahap eksploitasi di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Karena itu kami meminta PT. Bintang Delapan Mineral harus bertanggungjawab atas bencana banjir yang terjadi. Bencana banjir ini sangat berkaitan erat dengan aktivitas Grup BDM yang ada di hulu di Kecamatan Bahodopi. Aktifitas pertambangan BDM inilah yang telah merusak kawasan hutan dan mengakibatkan banjir yang sangat parah,” tegasnya.

Berdasarkan laporan anggota Jatam di lapangan katanya, sampai saat banjir telah menyebabkan enam rumah hanyut terbawa banjir dan puluhan lainnya terendam.

Selain itu, areal perkebunan warga juga rusak parah juga akibat terendam banjir. Sejumlah kendaraan roda 2 dan roda 4 yang juga ikut terendam.

“Korban jiwa hingga saat ini dipastikan belum ada. Tetapi banjir juga telah menyebabkan warga setempat harus mengungsi ke bukit-bukit dan tempat yang agak tinggi,” ujarnya prihatin. [***]

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 132 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*