Senator Partai Republik Amerika Serikat John McCain.

John McCain Wafat, Permusuhan dengan Trump Hingga Akhir Hayat

Jurnalsulawesi.com – Senator Partai Republik Amerika Serikat John McCain meninggal dunia di usia 81 tahun pukul 04.28 pada 25 Agustus 2018, didampingi isterinya Cindy dan sanak keluarga lain, setelah menderita kanker otak sejak pertengahan 2017.

Salah satu permintaan terakhir John McCain ketika berjuang melawan kanker otak ganas sangat jelas: tidak mau Presiden Donald Trump datang ke pemakamannya.

Kedua tokoh Amerika Serikat ini memang tidak pernah berpura-pura saling menyukai.

Penyebabnya tidak hanya kepribadian yang saling bertolak belakang atau latar belakang yang sangat berbeda, tetapi sangat mendasar, yaitu nilai yang dianut masing-masing saling bersebrangan dan ketidaksepakatan mereka pun terbuka dan tajam.

Ketika Trump mengumumkan akan menjadi cawapres Partai Republik pada Juni 2015 dengan mengatakan bahwa banyak imigran asal Meksiko adalah penjahat dan ‘pemerkosa’, McCain mengecamnya karena menggunakan bahasa yang ‘bisa memicu kelompok-kelompok gila.’

Jawaban Trump, McCain adalah ‘orang bodoh’ yang hampir tidak lulus dari Akademi Angkatan Laut AS.

Trump, yang tidak mau kalah, kemudian menyerang mantan pilot jet tempur AS ini di sisi yang dipandang bukan kelemahan utamanya, yakni karir militer, termasuk menjadi tawanan perang ketika dia terluka dan disiksa selama lebih dari lima tahun dalam perang Vietnam. McCain menerima berbagai penghargaan militer atas pengalamannya itu.

Trump, yang menerima berbagai keringanan agar tidak masuk wajib militer, mengatakan bahwa McCain adalah “pahlawan perang (hanya) karena ditangkap,” dan menambahkan, “saya lebih suka orang yang tidak ditangkap.”

Pernyataan Trump ini dikecam luas, termasuk dari beberapa kelompok veteran perang.

Reaksi tajam McCain menggambarkan perbedaan karakter kedua tokoh ini. Senator McCain tidak mencari permintaaan maaf bagi dirinya tetapi mengatakan bahwa Trump harus meminta maaf “kepada keluarga yang telah berkorban dalam konflik itu”, dan kepada mereka yang menjadi tawanan ketika “membela negara.”

Keberhasilan Trump yang populis dalam pilpres 2016 dipandang luas sebagai penolakan terhadap aliran partai Republik gaya McCain dan pendekatan yang dipraktikkan ketika berlaga di pilpres 2008.

Kini, AS dikuasai oleh seorang tokoh yang secara terbuka menyatakan menyukai uang, menghindari wajib militer dengan alasan masalah di kaki yang disebut sembuh sendiri, tokoh yang berbangga diri menyumbang untuk partai Demokrat, dan Republik demi keberhasilan bisnis propertinya di New York, tokoh yang dengan terang-terangan menghancurkan tradisi lama politik dan kepresidenan negara itu.

Ketika McCain berkampanye untuk mempertahankan kursinya di Senat pada 2016, dia memutuskan hubungan dengan kandidat presiden partainya setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan Trump menyombongkan diri dengan mengatakan ketika dia melihat perempuan cantik, dia kadang ‘memegang di bagian kemaluan mereka.’

McCain mengumumkan dia akan memberi suara kepada anggota partai Republik konservatif yang memiliki kemampuan sebagai presiden.

Pada November 2016, tak lama setelah Trump secara mengejutkan menang atas capres partai Demokrat Hillary Clinton, senator negara bagian Arizona ini marah ketika wartawan terus bertanya tentang presiden terpilih itu.

“Jangan tanya saya soal Donald Trump. Saya tidak mau bersikap tidak sopan, tetapi saya tidak mau ditanya soal Donald Trump.”

Ini janji yang sulit dipenuhi karena bakat Trump untuk mendominasi perdebatan politik dengan pernyataan dan keputusan yang menghancurkan norma dan prinsip kebijakan dalam negeri dan luar negeri Amerika Serikat.

Tetapi yang paling dikecam oleh McCain adalah penolakan Trump mengakui dan mempertanyakan keterlibatan Rusia dalam proses politik AS.

Seiring dengan waktu, kekesalah McCain semakin terbuka dan pernyataannya semakin tajam. Sebagai ketua Komite Militer di Senat, dia membuka penyelidikan mandiri atas keterlibatan Rusia.

Dan ketika dia mendengar pernyataan lemah Trump terkait Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan Juli lalu, dia tidak bisa lagi menahan diri.

“Jumpa pers di Helsinki hari ini adalah penampilan paling memalukan dari seorang presiden Amerika sepanjang ingatan saya,” ujar pernyataan tertulis McCain.

“Dampak buruk akibat sikap naif, egois, kesetaraan semu dan simpati kepada otokrat sulit dihitung.”

Bahkan, ketika kondisi kesehatannya menurun pun, McCain tidak pernah luput mengeluarkan pernyataan keras untuk presiden Trump.

Dia adalah satu dari tiga senator partai Republik yang memberi suara menentang, dan penentu kekalahan, upaya Trump menghapus UU layanan kesehatan buatan Barack Obama.

Suara penolakan ini terus-menerus dikecam oleh Trump setelah itu.

Tetapi McCain tidak menyerah. Dalam artikel opini yang diterbitkan koran Washington Post, dia menyebut presiden Trump impulsif dan ‘seringkali tidak mendapat informasi yang benar.’

Dalam pidato yang tampaknya diarahkan kepada presiden dan pembantu-pembantunya, McCain mengecam sikap nasionalisme palsu orang yang lebih suka mencari kambing hitam dari pada memecahkan masalah.

Dan ketika satu wawancara pada Oktober 2017 menyentuh topik wajib militer Perang Vietnam, McCain pun tidak menahan diri.

“Salah satu aspek konflik itu, dan saya tidak akan pernah tutupi, adalah kita mewajibkan warga Amerika paling miskin, sementara pihak yang memiliki pendapatan tertinggi bisa menemukan dokter yang mengatakan mereka punya masalah tulang,” ujarnya. “Ini salah. Ini salah.”

Pernyataan terkait pembebasan wajib militer karena alasan kesehatan ini dengan jelas merujuk pada Donald Trump yang tidak mengikuti wajib militer Perang Vietnam karena alasan kesehatan.

Ketidaksukaan kedua tokoh ini tidak surut, bahkan ketika kondisi kesehatan McCain memburuk sekalipun.

Beberapa minggu lalu, Trump tidak mau menyebut nama McCain ketika menandatangi RUU anggaran pertahanan yang disebut sebagai RUU McCain oleh senator lain sebagai penghormatan kepada veteran perang dan politikus kawakan itu. [***]

 

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 13 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*