Presiden Joko Widodo.

Jokowi Tolak Usulan Pengangkatan Pegawai Honorer

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak usulan dari wali kota se-Indonesia yang meminta agar pegawai honorer katagori 2 (K2) di pemerintah kota diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa diseleksi.

Penolakan itu disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Airin Rachmi Diany, yang hadir dalam pertemuan Wali Kota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi.

Airin yang juga Wali Kota Tangsel ini mengatakan, bahwa Kepala Negara menginginkan harus adanya seleksi bagi para pegawai K2 tersebut. Hal itu juga sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ada permintaan para wali kota bahwa kan sudah diseleksi berkali-kali tapi tidak lulus ya. Tapi kan mereka sudah mengabdi puluhan tahun dan yang lainnya. Tapi, Presiden tetap sampaikan harus ada seleksi katanya. Tapi mudah-mudahan bisa diselesaikan,” kata Airin di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).

Airin melanjutkan, bahwa Presiden Jokowi menginginkan pengangkatan honorer K2 harus profesional. “Pak Presiden menyampaikan harus profesional,” ucapnya.

Ia melanjutkan, pertemuan antara wali kota se-Indonesia dengan Presiden Jokowi juga memahas penambahan formasi CPNS yang ada di pemerintahan kota.

“Pak Presiden menitipkan tidak di (jabatan) administrasi tapi teknis. Seperti dokter, perawat, insinyur dan lainnya sesuai perkembangan kota,” imbuhnya.

Airin berharap, pertemuan wali kota se-Indonesia yang digagas Presiden Jokowi ini mampu mendapatkan solusi tentang berbagai permasalahan kota yang ada di Indonesia.

“Terkait penambahan kuota CPNS dan juga persoalan kategori (K2) yang sampai hari ini belum terselesaikan semuanya secara keseluruhan,” katanya. [***]

 

Sumber; Okezone

(Visited 249 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*