Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan sambutan pada Haul Guru Tua ke 50, di Kompleks Peguruan Islam Alkhairaat Jalan Sis Aljufri Kota Palu, Sabtu (30/6/2018). [Ist]

Kapolri: Sifat Guru Tua Wajib Diimplementasikan

Palu, Jurnalsulawesi.com – Haul Guru Tua Alhabib Assyaud Bin Salim Aljufri pendiri Alkhairaat ke 50 tahun, Sabtu (30/6/2018), dihadiri sekira 50 ribuan masyarakat dari berbagai daerah dan negara serta abnaulkhairaat.

Hajatan tahunan yang kali ini menjadi Haul Emas Guru Tua, dihadiri Kapolri Jenderal Pol H Muhammad Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Staf Khusus Kepresiden H Mochtar Ngabalin, Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola serta beberapa pejabat tinggi lainnya.

Hal ini memberikan gambaran kepada masyarakat Indonesia akan sosok Guru Tua dalam menyebarkan pendidikan Islam dan dakwah di negeri ini.

Kapolri Jenderal Pol H Muhammad Tito Karnavian, dalam sambutannya mengaku sangat senang dengan undangan dalam rangka memperingati perjuangan salah satu tokoh agama Islam di wilayah Sulteng.

Kata Tito, sosok Alhabib Assyaud Bin Salim Aljufri, selain menyebarkan agama Islam beliau juga berkecimpung dalam memerangi penjajahan di tanah air.

“Sifat sosok Guru Tua ini wajib kita implemensikan,” tandasnya.

Kapolri juga menuturkan, bahwa pelaksanaan Pilkada di beberapa wilayah di Indonesia berlangsung aman dan kondusif.

Meski demikian kata Tito, ke depan kita akan diperhadapkan dengan pesta demokrasi (Pilpres) 2019, sehingga kami pihak TNI/Polri mengharapkan dukungan seluruh elemen bangsa dan masyarakat.

“Jujur saya juga pernah memimpin Satgas di Sulteng dan salah satu mitra saya adalah Alkhairat,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, saat memberikan sambutannya.

Jenderal bintang empat ini menyampaikan permohonan maaf karena Presiden Joko Widodo tidak sempat hadir, dikarenakan adanya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga mewakilkan dirinya dan bapak Kapolri.

“Pendidikan yang didirikan oleh Alhabib Assyaud Idrus Bin Salim Aljufri ini merupakan sarana jihad,” tegasnya.

Sehingga kata Hadi, peninggalan yang di tinggalkan oleh Guru Tua ini harus menjadi wadah untuk mempersatukan kita.

“Bhineka Tunggal Ika harus menjadi kekuatan kita, untuk saling mendukung satu sama lain. Hal tersebut sudah diterapkan oleh Alhabib Alsyyid Idrus Bin Salim Aljufri dengan tidak memandang perbedaan,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada Haul Guru Tua ke 50, di Kompleks Peguruan Islam Alkhairaat Jalan Sis Aljufri Kota Palu, Sabtu (30/6/2018). [Ist]

Sementara, Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola, mengatakan momentum Haul Guru Tua merupakan momen untuk mengingat riwayat tokoh agama di wilayah Sulteng. Kegiatan ini juga tambah Longki, wadah silaturahmi antara ulama dan umat Islam.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Sulteng saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Alkhairaat yang sampai saat ini masih memberikan ilmu-ilmu akidah Islam di seluruh wilayah khususnya wilayah Provinsi Sulteng.

Ketua Utama Alkhairaat HS. Saggaf Muhammad Aljufri MA, pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada tamu-tamu yang sempat hadir di tempat ini.

Dikatakannya, di tempat yang saat ini kita berada, adalah bantuan dari bapak Presiden kedua Suharto yang telah membebaskan tanah.

“Saya ingin menyampaikan kembali bahwa misi dari Alhabib Alsyyid Idrus Bin Salim Aljufri untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan dakwah,” jelasnya.

Untuk membuktikan cinta kepada Habib Idrus bin Salim Aljufri dan Alkhairaat, ia mengajak masyarakat untuk memasukkan anak-anak di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan Ibtidaiyah.

“Karena MDA/Ibtidaiyah akan memberi jaminan kepada siswanya untuk memiliki akhlak, dan bertakwa,” pungkas Ketua Utama Alkhairaat itu. [***]

 

Penulis; Agus Manggona
Editor; Sutrisno

(Visited 112 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*