Jalan Trans Papua. [Viva]

Kelompok Bersenjata Bantai Puluhan Pekerja Trans Papua

Jurnalsulawesi.com – Kelompok bersenjata di Papua kembali beraksi. Mereka diduga membantai puluhan pekerja Jalan dan Jembatan Trans Papua, pada Minggu (2/12/2018) di Distrik Yall Kabupaten Nduga Papua. Peristiwa itu baru diketahui Senin (3/12/2018) kemarin.

Menurut Informasi dari Joko, staf logistik PT Istaka Karya yang mempekerjakan puluhan pekerja tersebut, ada 24 karyawannya yang berada di Distrik Yall.

Menurut Joko, 29 November, staf Istaka yang ada di Wamena masih melakukan komunikasi dengan pihak lapangan di Camp Distrik Yall melalui telepon satelit. Namun, kini karyawan Istaka yang ada di Distrik Yall Kab. Nduga saat ini sudah tidak bisa dihubungi.

Pihak PT Istaka yang berada di Wamena saat ini belum mendapatkan informasi akurat terkait dengan karyawannya yang ada di Distrik Yall karena Komunikasi via telepon satelit saat ini tidak bisa.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kelompok bersenjata Papua diduga mengamuk dan membantai para pekerja itu. Mereka marah saat mengetahui ada pekerja yang mengabadikan gambar upacara HUT OPM 1 Desember tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari komunikasi melalui melalui Radio SSB, Pendeta Wilhelhmus Kogoya, tokoh gereja L Yigi, mengatakan telah terjadi pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kab. Nduga, sebanyak 24 orang tukang meninggal dunia.

Menurutnya, pembunuhan terhadap 24 orang tersebut terjadi pada hari Minggu, 2 Desember 2018. Para korban meninggal 24 orang tersebut dikatakan merupakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi.

Dua tukang sempat melarikan diri dan selamat, sementara mereka sudah sampai di Distrik Mbua, dan delapan tukang bangunan yang berada di Distrik Yall di selamatkan oleh keluarga Wakil ketua I DPRD Nduga Alimi Gwijangge dan dibawa lari ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Menurut informasi, hingga saat ini kelompok tersebut masih di lokasi pembunuhan dan menjaga para korban. Lokasi sulit dijangkau dan blank area (tidak ada jaringan) sehingga menyulitkan untuk koordinasi.

Anggota Polres Jayawijaya yang dipimpin oleh Kabagops Polres Jayawijaya, AKP Tahapari sedang menuju tempat kejadian perkara.

Ketua I DPRD Kabupaten Nduga Alimin Gwijangge saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku pembantaian bukan warga masyarakat tapi kelompok separatis bersenjata.

“Bukan masyarakat pelakunya tapi kelompok bersenjata pimpinan Yania Kogoya,”ujar dia.

Menurut dia, jenazah 24 pekerja jalan Trans Papua itu hingga kini masih si lokasi kejadian.

“Hingga malam ini 24 jenazah korban belum di evakuasi dan masih berada di tempat kejadian. Delapan orang yang diselamatkan oleh keluarga saya dalam keadaan baik, dan sementara keluarga sedang mengamankan untuk nantinya akan dijemput,” tuturnya.

Tak Ada Negosiasi
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu geram dengan informasi pembunuhan puluhan pekerja jalan dan jembatan Trans Papua di Distrik Yall Kabupaten Nduga, Papua. Ryamizard menyebut, para pembunuh tersebut sebagai pemberontak.

“Mereka itu bukan kelompok kriminal, tapi pemberontak,” kata Ryamizard di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menyatakan, mereka mau memisahkan Papua dari Indonesia. Dia menilai mereka harus ditangani oleh Tentara Nasional Indonesia.

“Itu kan memberontak, bukan kriminal lagi. Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya polisi,” ujar Menhan menegaskan.

Ryamizard menilai, penanganan mereka bagian dari tugas pokok TNI. Mengenai bagaimana cara menghadapinya, Ryamizard menyebut tidak akan ada negosiasi dengan mereka.

“Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan,” tegasnya. [***]

Sumber; Viva

(Visited 34 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*