Jenazah Sakir Sarira, Ketua DPRD Kolaka Utara di Sulawesi Tenggara, dikeluarkan dari RSUD Kolaka Rabu (18/10/2017). [VVN]

Ketua DPRD Kolaka Utara Dibunuh Istri Pakai Pisau Dapur karena SMS Mesra

Bagikan Tulisan ini :

Kolaka Utara, Jurnalsulawesi.com –Kepolisian terus mendalami motif di balik pembunuhan keji yang dilakukan Andi Erni Astuti terhadap suaminya, Musakkir Sarira yang menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Untuk sementara ini, diduga kuat pembunuhan ini bermotif asmara alias cinta segi tiga antara korban dengan wanita lain.

Motif ini terungkap dari pengakuan tersangka saat menjalani pemeriksaan di Markas Polres Kolaka Utara. Kepada penyidik, Andi Erni mengaku nekat membunuh suaminya itu karena merasa cemburu.

Rasa cemburunya memuncak setelah memergoki Musakkir Sarira sedang berbincang mesra dengan seorang wanita lain melalui sambungan telepon, tak hanya itu tersangka juga menemukan pesan singkat alias SMS mesra di telepon korban.

“Kata tersangka, korban (Musakkir Sarira) sebelumnya mendapat telepon dan pesan singkat mesra. Hal ini membuat cemburu tersangka,” kata Kapolres Kolaka Utara, AKBP Bambang, Jumat (20/10/2017).

Menurut Bambang, pengakuan Erni belum bisa dipastikan benar. Untuk itu, penyidik akan mencari bukti komunikasi antara korban dengan wanita lain yang disebutkan Erni di data telepon genggam milik korban.

“Itu masih pengakuan tersangka saja, tapi di handphone korban belum kami temukan bukti itu,” kata Bambang.

Pakai Pisau Dapur
Polisi juga sudah mendapatkan barang bukti utama kasus pembunuhan yang dilakukan Andi Erni Astuti terhadap suaminya, Musakkir Sakira.

Kapolres Kolaka Utara, AKBP Bambang melihat barang bukti pembunuhan Musakkir.[VVN]

Barang bukti utama tersebut yaitu pisau yang dipakai Erni untuk menusuk perut Musakkir, hingga pria itu mengalami pendarahan hebat dan tewas. Ya, Erni menghabisi nyawa suaminya itu dengan menggunakan sebilah pisau dapur, pisau yang selama ini dipakai untuk memotong makanan yang akan dihidangkan pada Musakkir.

Selain pisau, polisi juga telah menemukan baju putih yang dipakai korban saat ditusuk dan meregang nyawa. Baju itu berupa kaos oblong berwarna putih yang masih dipenuhi bercak darah korban.

Menurut Kepala Polres Kolaka Utara, AKBP Bambang, kedua barang bukti itu sudah cukup untuk dijadikan alat bukti mengadili Erni di pengadilan nanti.

“Sebagai bukti pembunuhan kasus ini. Sudah diamankan dan dibungkus kantong plastik. Selanjutnya akan dikirim ke kejaksaan nanti,” kata AKBP Bambang.

Sementara itu, Erni sudah mengakui semua perbuatan kejinya itu. Saat menjalani pemeriksaan penyidik, Erni mengaku tega menghabisi nyawa pria yang pernah mempersuntingnya itu karena merasa sakit hati dan cemburu.

Seperti diberitakan, Musakkir Sarira tewas usai menjalani perawatan  di RSUD Kolaka pada Rabu siang, 18 Oktober 2017. Dari pemeriksaan medis korban dipastikan tewas akibat luka tusuk di bagian perut korban, tepatnya di bagian ulu hati.

Dari temuan luka tusuk itulah akhirnya polisi menyelidiki kasus ini dan akhirnya menetapkan Erni sebagai tersangka tunggal.[VVN]

(Visited 8 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*