Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma'ruf bergandengan tangan bersama Gubernur Longki Djanggola usai bertemu di rumah jabatan gubernur, Rabu (17/52017), terkait polemik pidato pembukaan Kongres XIX PMII yang melukai masyarakat Sulteng. [Ist]

Ketua PB PMII Disanksi Adat Tiga Ekor Kambing

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Wakil Ketua Adat Kota Palu Arifin Sunusi menyatakan atas nama lembaga Adat Tanah Kaili pihaknya telah menerima permohonan maaf atas pernyataan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) Aminudin Ma`ruf.

Namun kata dia, permohonan maaf itu tidak menghilangkan sanksi adat yang akan diterimanya. Berdasarkan kesepakatan, lembaga adat menjatuhkan adat atau `givu sala mbivi atau salah bicara, berupa tiga ekor kambing dan 30 buah piring baru.

Dihadapan jamaah Masjid Agung dan sebagian lembaga adat totua nuada (orang tua adat) tanah kaili, Aminudin Ma`ruf menyampaikan permohonan maafnya,” katanya yang dihubungi Rabu (17/5/2017) malam.

Dengan itu, pihaknya menerima permohonan maaf itu, dan akan melakukan rapat terkait itu, Kamis besok.

Kata dia, apa yang disampakan Aminudin itu berkaitan dengan nilai adat `sala mbivi  atau salah bicara sehingga risiko yang harus diterimanya berupa givu atau sanksi sesuatu dengan aturan adat yang berlaku.

“Ya sanksinya dalam betuk tiga ekor kambing dan 30 buh piring makan,” ujarnya.

Arifin menjelaskan Aminudin harus menerima sanksi tersebut, dan tidak boleh dialihkan dalam bentuk uang.

Kambing itu nantinya kata dia, akan disembeli, dimasak dan dimakan bersama dalam satu perjamuan makan, diikuti oleh 30 orang tokoh-tokoh adat. Pelaksanaannya itu menunggu waktu yang ditentukan

Apabila tidak melaksanakan givu nuada itu, maka ada givu yang lain yang diberikan lembaga adat, yakni lembaga ada mengusir atau niombo, dari tanah Kaili selamanya dan tidak boleh menginjakan kakinya di tanah ini.

“Besok kami aka molibu (rapat) di bantaya,” tutup Arifin.

Sebelumnya Polibu Ntodea Tana Tadulako menuntut permohonan maaf Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma`ruf, atas pernyataanya saat pembukaan Kongres PMMI ke XIX PMII di Masjid Agung Darussalam Palu, Selasa (16/5) lalu.

Lembaga itu sendiri terdiri mengeluarkan tiga pernyataan sikap yakni memprotes keras atas pernyataan Ketum PB PMII yang menyebutkan tanah tadulako, sebagai pusat radikalisme islam dan pusar gerakan menentang NKRI.

Mendesak yang bersangkutan yakni Aminuddin Ma’ruf untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, di media cetak dan elektronik nasional dan daerah. Serta menuntut yang bersangkutan untuk diberikan sanksi adat.

Sebelumnya, Aminuddin dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki L Djanggola juga telah melakukan mediasi, bersama Ikatan Keluarga Alumni PMII, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (17/5/2017) kemarin.

“Terkait polemik pidato saya kemarin, tidak ada maksud untuk menyinggung Gubernur Sulawesi Tengah dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum. Dengan itu, saya secara pribadi dan atas nama PB PMII, meminta maaf jika pidato saya kemarin telah menyinggung hati masyarakat Palu dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum”, jelas Aminuddin pada kesempatan itu.

Menyambut permintaan maaf Aminuddin, Longki mengatakan dirinya menyesalkan ucapan Aminuddin. Namun dia memaklumi, barangkali Amunuddin terlalu bersemangat saat mengucapkan kalimat itu.

“Yang jelas, saya pun juga sangat menyesalkan sikap adinda saya (Aminuddin Ma’ruf) dengan statement itu. Mungkin karena terlalu semangat, sehingga ya keseleo lidah dan akhirnya dapat memberi arti yang lain,” kata Longki.

Selain itu Gubernur juga memaklumi pidato Amin yang mungkin saja tepikir dengan kasus-kasus di Jawa atau mgkin terbawa dengan arus isu yang baru dan hangat yang lagi diupayakan oleh pemerintah, semisal persoalan HTI sehingga menimbulkan pidato kontroversial itu.

Longki menerima permintaan maaf Aminuddin. Namun dia meminta agar Aminuddin mengklarifikasi ucapan Aminuddin pada Selasa (16/5) kemarin itu. “Jadi prinsipnya saya tidak ada masalah dan menerima permintaan maafnya,” kata Longki.[***]

 

Source; Antara

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*