Kepala BNN Kota Palu, AKBP Sumantri Sudirman, SH menggelar jumap pers terkait penangkapan pasangan suami istri yang akan mengirim paket berisi sabu-sabu ke Kabupaten Buol, Kamis (8/2/2018). [Trisno]

Kirim Sabu ke Buol, Pasutri Ditangkap BNN

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu menangkap pasangan suami istri (Pasutri) berinisial AA alias Unding (45) dan NT (43), saat akan mengirim pesanan sabu-sabu ke Kabupaten Buol, Kamis (25/1/2018) lalu, sekira Pukul 17.45 WITA.

Pasutri yang berdomisili di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore ini ditangkap di agen travel Tunas Baru di Jalan Onta, Kota Palu saat akan mengirimkan paket sabu.

Kepala BNN Kota Palu AKBP Sumantri Sudirman, SH menuturkan, pasutri ini ditangkap berkat informasi masyarakat, bahwa keduanya akan mengirim paket sabu. Setelah mendapat informasi tersebut, aparat BNN Kota Palu langsung melakukan pengintaian.

“Anggota kami melakukan pengintaian sejak Pukul 08.00 WITA. Keduanya kami tangkap bersamaan di agen travel Tunas Baru, sekira Pukul 17.45 WITA. Mereka juga mangaku sudah 10 tahun sebagai pengguna. Dari hasil pemeriksaan kami, istrinya lebih dominan sebagai pemakai,” kata Sumantri dalam jumpa pers di Kantor BNN Kota Palu, Kamis (8/2/2018) pagi.

Dalam penangkapan ini, BNN Kota Palu mengamankan barang bukti berupa 13 paket sabu dalam plastik bening, berisi kristal seberat 12,26 gram.

Setelah penangkapan, BNN Kota Palu langsung melakukan uji laboratorium untuk membuktikan keaslian paket sabu tersebut.

“Hasil uji lab membuktikan bahwa barang tersebut asli sabu-sabu. Karena hasil uji lab baru keluar, makanya kami baru menggelar press conference terkait penangkapan ini,” terang Sumantri.

Selain paket sabu kata Sumantri, beberapa barang bukti lain juga ditemukan saat dilakukan penggeledahan di rumah pasutri yang memiliki empat anak itu.

Beberapa babuk lainnya yakni satu timbangan kristal, Kaca pireks, Macis gas, Gunting, kartu ATM, 1 HP merek Iphone warna hitam, HP Samsung, HP FM Radio, HP Nokia, tas tangan warna coklat muda yang berisi 7 paket sabu dan Buku Tabungan BNI atas nama orang lain.

Sumantri juga menuturkan, modus yang dilakukan pasutri ini saat mengirim paket sabu yakni dimasukkan dalam dos ukuran sedang.

Paket sabu dimasukkan dalam dos, tersebut kemudian diisi pula dengan berbagai barang bekas agar terasa berat. Bahkan untuk menyamarkan pengiriman itu, dos juga diisi dengan kain gorden bekas, pakaian anak serta potongan keramik lantai.

“Itu modus supaya terasa berat dan tidak dicurigai saat dikirim melalui travel,” imbuh Sumantri.

Sumantri mengatakan, keduanya akan dituntut dengan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 127 huruf a junto pasal 132 UU Narkotika Tahun 2009, dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. [***]

Rep; Sutrisno

(Visited 540 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*