Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Donggala, Abubakar Aljufrie. [Jose Rizal]

Kisruh Dana Desa Masaingi, DPRD Donggala Akan Undang Pihak Terkait

Bagikan Tulisan ini :

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Donggala, Abubakar Aljufrie mengatakan akan menindaklanjuti laporan masyarakat Desa Masaingi, Kecamatan Sindue, terkait dugaan penyalahgunaan pelaksanaan ADD/DD di Desa tersebut.

“Kami tidak bisa menolak laporan masyarakat. Akan ditindaklanjuti, semua pihak terkait diundang. Ini tugas kami sebagai wakil rakyat,” katanya, belum lama ini di Donggala.

Abubakar menambahkan, komis I mengatur jadwal terlebih dahulu kapan akan dilaksanakan pertemuan tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan undang DPMD, Inspektorat, Kepala Desa, BPD, dan masyarakat yang melapor. Komisi I akan turun langsung ke Desa Masaingi bila itu memungkinkan,” terangnya.

Politis Golkar ini menyarankan, kalau ada persoalan di desa diselesaiakan dulu ditingkat desa atau kecamatan dengan bermusyawarah bersama.

Sebelumnya, beberapa warga Desa Masaingi, Kecamatan Sindue mendatangi Kantor DPRD Donggala, Rabu (11/10/2017).

Warga tersebut dipimpin oleh Arifdal dan langsung diarahkan keruang komisi I untuk menyerahkan dokumen laporan terkait dugaan penyalahgunaan ADD/DD tahun anggaran 2016/2017.

Dalam laporan tertulisnya, Afridal menguraikan penggunaan anggaran ADD/DD tahun anggaran 2016 dan 2017 di Desa Masaingi, Kecamatan Sindue tidak memmenuhi harapan masyarakat. Pasalnya, pekerjaan telah melebihi 90 hari kerja tetapi progres pekerjaan dilapangan belum selesai.

“Ada lima item pekrjaan fisik dilapangan tidak selesai sesuai jadwal kerja dipapan proyek selama 90 hari kerja. Misalnya pembangunan gedung PAUD dengan pagu Rp164.260.700,- terlihat progresnya masih sebatas dinding,” beber Arifdal.

Selain PAUD, tahun 2016 ada pekerjaan pengadaan pagar kawat untuk pembuatan kandang ternak senilai Rp30.675.000 dengan volume 300 rol. Pelatihan perangkat desa tahun anggaran 2016 senilai Rp10.000.000,- Pembangunan gedung TPA tahap pertama senilai Rp160.917.300 dengan volume pekerjaan 8×16 tahun anggaaran 2017, serta pembanguan Talud tahun anggaran 2017 sebesar Rp67.173.000 volume pekerjaan 70M.

“Jika dijumlah keselurahan item pekerjaan tersebut kurang lebih Rp433 juta. Kami berharap Komisi I bisa menyelesaikan masalah ini,” tukasnya.[***]

 

Rep; Jose Rizal

(Visited 9 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*