Dir Intelkam Polda Sulteng, Kombes Pol Drs. Lilik Apriyanto, saat memberikan sambutan pada Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme di Wilayah Indonesia Timur, di Unisa Palu, Sabtu (21/4/2018). [Ist]

Kombes Lilik: Waspadai Penyebaran Paham Radikal Melalui Medsos

Palu, Jurnalsulawesi.com – Stigma penyebaran paham radikalisme dilakukan melaluli ajaran agama Islam dengan cara yang salah, tidak selamanya benar. Tetapi perekrutannya sudah dilakukan melalui media sosial, kampus dan lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Dir Intelkam Polda Sulteng, Kombes Pol Drs. Lilik Apriyanto, dalam Seminar Sinergitas Peran Pemerintah dan Ormas dalam Upaya Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme di Wilayah Indonesia Timur, di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Sabtu (21/4/2018).

Menurut Dir Intelkam, masyarakat harus mewaspadai penyebaran paham radikal kepada generasi muda melalui semua lini, termasuk melalui media sosial (Medsos).

“Karena itu sinergi antara Polri dan Pemerintah bersama masyarakat harus diperkuat. Pencegahan juga harus dilakukan secara berkala dan terus menerus,” kata Kombes Lilik.

Dikatakannya, radikalisme bukanlah ajaran agama Islam, karena Islam Itu Rahmatan Lilalamin. Banyak yang salah memahami, bahwa paham radikal diidentikan dengan Islam garis Keras.

“Sebenarnya radikalime itu ada di semua negara. Ini dilakukan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan negara dengan cara radikalisme, seperti mengganti Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan ideologi Khilafah,” ujarnya.

Paham radikalisme kata Kombes Lilik, adalah paham salah yang dapat menimbulkan konflik dan mengakibatkan korban jiwa dan materi.

Ia menambahkan, salah satu contoh radikalisme di Indonesia seperti yang ada di Sulteng, yang mengatasnamakan MIT yang berafiliasi ke ISSI dan sampai saat ini masih terdapat tujuh orang yang jadi DPO.

“Kita harus menghilangkan stigma bahwa Sulawesi Tengah selalu identik dengan kekerasan. Salah satunya dengan belajar ilmu fiqih, seperti nasehat nasehat Plt Ketua Utama Alkhairaat, bahwa Ilmu fiqih mengajarkan mana benar dan mana yang salah,” imbuhnya.
BACA JUGA: Ilmu Fiqih Mencegah Paham Radikalisme

Kombes Lilik juga mengatakan, selama ini banyak berita yang menyudutkan Polri dan Islam. Penyebaran berita-berita yang sebenarnya hoax itu dilakukan melalui Medsos.

Pada kesempatan itu Kombes Lilik juga mengajak alumni Alkhairaat untuk
mengabdikan diri kepada bangsa melalui kepolisian, dengan mendaftarkan diri sebagai anggota Polisi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada PB Alkhairaat dan Universitas Alkhairaat yang selama ini telah bekerja sama dengan Polda Sulteng dalam mencegah paham radikalisme dan oenyebaran berita hoax yang dapat merugikan masyatakat di daerah ini.

“Polri dan pemerintah harus bekerjasama dengan semua elemen masyarakat, untuk mencegah perekrutan paham radikalisme dan penyebaran berita hoax agar tdak berkembang di daerah ini,” tegasnya. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 123 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*