Forum Korban Likuifaksi Perumnas Balaroa melakukan audiens dengan Gubernur Sulteng Longki Djanggola, di ruang kerja gubernur, Rabu (14/11/2018). [Ist]

Korban Likuifaksi Perumnas Balaroa Temui Gubernur

Palu, Jurnalsulawesi.com – Delegasi warga korban gempa bumi dan likuifaksi Perumnas Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, yang tergabung dalam Forum Korban Likuifaksi (FKL) Perumnas Balaroa, melakukan audiensi dengan Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola, M.Si, di ruang kerjanya, Rabu (12/11), sekira Pukul 12.30 Wita .

Kunjungan perwakilan warga ini, untuk menyampaikan serangkaian permasalahan mulai dari data jumlah korban yang hidup, hilang serta meninggal dunia. Karena disadari bahwa sampai saat ini, warga Perumnas Balaroa dan sekitarnya belum mendapatkan informasi secara pasti tentang jumlah korban yang meninggal dunia serta yang masih hidup dan yang bermukim di kamp-kamp pengungsian.

“Termasuk sikap serta politikal will pemerintah pusat dan daerah, terhadap kondisi warga yang saat hidup di pengungsian, karena terdampak likuifaksi yang memporak-porandakan kawasan padat penduduk,” kata Wakil Ketua FKL Perumnas Balaroa Marwan P Angku, di hadapan gubernur.

Menurut Marwan, forum ini dibentuk dibentuk sebagai panggilan moral yang diharapkan bisa memberikan sumbangsih terhadap pemerintah, sebab kerja-kerja FKL nyata, sistematis dan terstruktur.

“Kami bekerja diawali dengan melakukan pendataan terhadap jumlah kepala keluarga (KK), jumlah jiwa, data tentang korban yang meninggal dunia dan hilang serta jumlah rumah-rumah warga yang terdampak. FKL juga dipercaya masyarakat untuk menerima bantuan kemudian menyalurkan dan mendistribusikan kepada warga melalui posko,” imbuh Marwan.

Hal senada diungkapkan Penasehat/Pembina FKL Perumnas Balaroa H Firdaus Pide, S.Sos. Menurutnya atas nama warga, pihaknya sangat berterima kasih kepada Gubernur Sulteng yang sudah meluangkan waktu untuk menerima perwakilan warga.

Dalam kesempatan tersebut, anggota TNI-AL ini pun menyampaikan hal yang sama. Termasuk kondisi warga yang hidup dan shelter-shelter pengungsian di sport center Kelurahan Balaroa.

Menanggapi penyampaian perwakilan FKL, Longki Djanggola merspon baik dan mengapresiasi niat baik warga Balaroa yang tergabung dalam forum tersebut.

“Kerja-kerja FKL Perumnas Balaroa ini, dipastikan akan sangat membantu pemerintah Kelurahan dan Kecamatan, utamanya terkait pendataan KK dan jiwa termasuk yang menjadi korban. Apalagi data yang divalidasi FKL ini akan dicombain dengan data Kelurahan. Insya Allah apa yang menjadi keinginan warga akan di perjuangkan,” kata gubernur.

Menurutnya, apa yang menjadi keluhan serta permasalahan yang dihadapi warga selama dalam pengungsian akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi baik itu dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pemerintah Kota Palu dan Kabupaten Donggala dan Sigi.

“Intinya pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam, termasuk memperjuangkan hak-hak warga yang menjadi korban,” tegasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian dari ahli geologi, kawasan Perumnas Balaroa yang terdampak likuifaksi, tidak bisa lagi menjadi pemukiman warga.

“Makanya suka atau tidak suka, sebagai pemerintah, hal ini harus saya sampaikan,” tandasnya.

Untuk kawasan relokasi warga Perumnas Kelutahan Balaroa, pemerintah telah menyediakan lahan sekira 50 hektar di Kelurahan Duyu. Di lokasi ini akan dibangun hunian sementara (Huntara) dan hunia tetap (Huntap).

Gubernur juga menampik tentang informasi yang berkembang di masyarakat tentang Kota Palu akan tenggelam. Semua itu berita hoax. Meski demikian masyarakat diminta untuk tetap mawas diri dan waspada.

“Semuanya kita serahkan kepada Allah SWT, sebab bencana ini datang karena kehendak yang diatas,” pungkasnya. [***]

Penulis; Agus Manggona

(Visited 433 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*