Korupsi Dana Desa, 13 Kades di Sulteng Masuk Bui

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kejaksaan Tinggi Sulteng menyebutkan, setidaknya ada 13 kepala desa di Sulteng sudah inkra menjalani kasus Tipikor dana desa di penjara. Beberapa kasus yang sama kini terus bertambah dan lainnya akan segera menyusul.

Hal itu diungkap Kajati Sampe Tuah di acara sosialisasi peran TP4D APIP dan Camat dalam pengelolaan dana desa menuju Sulteng Zero Corruption, Selasa (8/08/2017).

Terkait ke-13 oknun kepala desa itu, Aspidsus Kejati Sulteng Joko Susilo membeberkan nama-nama oknum kades tersebut. Untuk Kabupaten Donggala yaitu HB (Desa Balukang Kecamatan Sojol), BM, DA (Kecamatan Sojol), IN dan AS. Kabupaten Toli-Toli antara lain BS, MN (Kecamatan Laulalang), SL (Kecamatan Laulalang), IA (Kecamatan Laulalang). Untuk Kabupaten Poso AA (Desa Kilo, Poso Pesisir) dan Kab Buol inisial BM (Desa Lomuli Kecamatan Tiloang).

Dari 13 nama tersebut, semuanya telah dipenjarakan dengan klasifikasi penyalah gunaan dana desa berbeda-beda. Seperti penyalah-gunaan alokasi dana desa, penyalah-gunaan retribusi laboratorium desa, tindak pidana korupsi dalam pekerjaan bidang pertanian, dari tahun anggaran 2014 hingga 2016.

Joko juga menambahkan bahwa proses hukum sebelumnya para terduga penyalah gunaan dana desa diberi tenggang waktu untuk mengembalikan uang dana awal yang mereka salah gunakan dalam rentan waktu 60 hingga 100 hari.

Untuk kasus terbaru penyalah gunaan desa, berdasarkan surat yang dilayangkan kepada Kejati masih dirahasiakan nama dan desanya, namun bersal dari Kabupaten Morowali.[Kp]

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*