Uji coba nuklir dan rudal jelajah antarbenua Korea Utara. [Reuters/KCNA]

Korut Tunda Uji Coba Nuklir dan Rudal Jelajah

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengumumkan bahwa negaranya akan segera menangguhkan uji coba nuklir dan rudal jelajah antarbenua. Pengumuman Sabtu (21/4/2018) waktu setempat itu yang dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, sebelum pertemuan penting antara Korea Utara dan Korea Selatan yang akan berlangsung pekan depan.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) secara resmi mengatakan, bahwa Pyongyang juga akan menutup lokasi uji coba nuklirnya, sebagai bagian dari upaya negara itu untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan perdamaian regional.

“Pengembangan nuklir telah berjalan secara ilmiah dan dalam rangka karena itu dan pengembangan sarana pemogokan pengiriman juga berjalan secara ilmiah dan memverifikasi penyelesaian senjata nuklir,” kata agensi mengutip Kim saat bertemu Komite Sentral penuh partai yang berkuasa.

“Kami tidak lagi membutuhkan uji nuklir atau uji peluncuran rudal balistik jarak menengah dan antarbenua, dan karena uji coba nuklir Korea Utara telah menyelesaikan misinya.”

Menurut pernyataan KCNA, Korea Utara juga berjanji untuk bergabung dengan upaya internasional untuk menghentikan semua tes nuklir dan berjanji untuk tidak pernah menggunakan senjata nuklir, selama tidak ada ancaman terhadap negara tersebut.

“Korea Utara tampaknya memberi sinyal sekarang, melalui kantor berita negaranya, bahwa ia mengalihkan fokusnya dari pengembangan senjata nuklir ke lebih banyak kebijakan ekonomi,” kata Al Jazeera, Kathy Novak, yang melaporkan dari ibukota Korea Selatan, Seoul.

Tahun lalu, setelah melakukan uji coba nuklir paling kuat dan mengatakan telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua, Korea Utara mengumumkan bahwa program nuklirnya telah selesai, tambah Novak.

Dikutip dari Aljazeera.com, Kim akan bertemu Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in di sebuah desa perbatasan pada 27 April dan berikutnya secara terpisah akan bertemu Presiden AS Donald Trump.

KTT antar-Korea yang akan berlangsung pekan depan menjadi pertemuan pertama sejak 2007 dan menajdi pertemuan ketiga sejak Perang Korea 1950-1953.

Sementara itu, pertemuan yang diharapkan Kim dengan Trump akan terlaksana setelah terjadi kebuntuan diplomatik dan kedua pemimpin itu saling mengancam dengan tindakan militer.

Presiden AS Donald Trump kepada wartawan pekan lalu mengakatan, belum ditetapkan jadwal pertemuan. Pihak Gedung Putih masih mempertimbangkan lima lokasi pertemuan nimbang lima lokasi potensial, menurut komentar yang dibuat oleh Trump kepada wartawan pada hari Selasa.

“Korea Utara telah setuju untuk menunda semua uji coba nuklir dan menutup situs uji besar. Ini adalah kabar baik bagi Korea Utara dan dunia karena adanya kemajuan besar,” tulisnya Trump di Twitternya.

Trump sebelumnya juga mengatakan, KTT akan berlangsung sekitar bulan Mei atau awal Juni. [***]

 

Sumber; Aljazeera.com

Editor; Sutrisno

(Visited 28 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*