Lima Pesepakbola Hebat Ini Tak Pernah Memenangi Trofi Liga Champions

Jurnalsulawesi.com – Selain Piala Dunia, Liga Champions adalah kompetisi yang sangat ingin diikuti semua pesepakbola di muka bumi ini. Perasaan mengangkat trofi juara Liga Champions adalah sesuatu yang sulit digambarkan.

Ketika sudah berkesempatan tampil, setiap pesepakbola tentu ingin memenangi kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa tersebut. Namun, tak semua pemain dapat berkesempatan menjadi yang terbaik di kompetisi itu.

Bahkan, pemain berlevel bintang dengan status pernah memenangi trofi Piala Dunia pun tak menjamin bakal sukses di ajang tahunan tersebut. Berikut 5 pesepakbola hebat yang masih aktif, namun tak pernah memenangi trofi Liga Champions, mengutip dari Sportskeeda:

1. Gianluigi Buffon


Buffon pernah memenangi trofi Piala Dunia bersama Timnas Italia pada 2006. Namun, Superman (julukan Buffon) tak pernah menjadi yang terbaik di Liga Champions. Bahkan bisa dibilang, penjaga gawang berusia 39 tahun itu sebagai pesepakbola paling apes jika ukurannya tampil di final Liga Champions.

Sepanjang kariernya, Buffon sudah tiga kali tampil di final Liga Champions. Sebut saja pada 2002-2003, 2014-2015 dan 2016-2017. Namun di ketiga final itu, Buffon selalu gagal membawa Juventus juara. Pada 2002-2003, Juventus dikalahkan Milan via adu penalti, takluk 1-3 dari Barcelona (2014-2015) dan tunduk dari Real Madrid dengan skor 1-4 (2016-2017).

Liga Champions 2017-2018 adalah kesempatan terakhir Buffon untuk memenangi trofi si Kuping Besar. Sebab rencananya di akhir musim ini, Buffon akan memutuskan gantung sarung tangan alias pensiun.

2. Zlatan Ibrahimovic (Manchester United)


Ibrahimovic bisa dibilang pesepakbola tersukses, jika ukurannya trofi di level domestik. Ia pernah membawa Ajax Amsterdam juara Liga Belanda, Juventus (Italia), Inter Milan (Italia), Barcelona (Spanyol), AC Milan (Italia), dan Paris Saint-Germain (Prancis).

Akan tetapi, Ibrahimovic nihil jika ditanya berapa jumlah trofi Liga Champions yang pernah diraih. Uniknya sempat dua kali, tim yang ditinggalkan Ibrahimovic justru juara Liga Champions!

Di akhir musim 2008-2009, Ibrahimovic memutuskan hengkang dari Inter ke Barcelona. Harapannya dengan membela Barcelona, ia dapat mengangkat trofi si Kuping Besar. Namun, Barcelona justru ditundukkan Inter di semifinal Liga Champions 2009-2010. Semakin parah karena Inter menjadi kampiun usai menundukkan Bayern 2-0 di final.

Pada musim 2010-2011, Ibra meninggalkan Barcelona dan hengkang ke AC Milan. Langsung di musim itu juga, Barcelona menjadi kampiun setelah mengalahkan Man United 3-1 di final.

3. Cesc Fabregas (Chelsea)


Fabregas meninggalkan Arsenal pada 2011 untuk membela Barcelona. Salah satu alasan Fabregas gabung Barcelona adalah untuk memenangi trofi Liga Champions. Namun, semasa membela Barcelona (2011-2014), tim yang bermarkas di Estadio Camp Nou itu rata-rata rontok di semifinal.

Kemudian pada musim panas 2014, Fabregas memutuskan hengkang ke Chelsea. Menjadi ironis karena di Liga Champions 2014-2015, Barcelona keluar sebagai kampiun! Sementara semenjak membela Chelsea, prestasi terbaik The Blues –julukan Chelsea– hanyalah menembus 16 besar edisi 2014-2015 dan 2015-2016.

4. Robert Lewandowski (Bayern Munich)


Lewandowski hampir membawa Borussia Dortmund menjuarai Liga Champions 2012-2013. Namun di partai puncak, Die Borussen –julukan Dortmund– takluk 1-2 dari Bayern. Dua musim berselang, Lewandowski hengkang ke Bayern.

Harapannya dengan pindah ke Bayern, ia dapat mengangkat trofi si Kuping Besar. Namun, kenyataan tidak sesuai ekspektasi. Untuk sekadar lolos ke final pun Bayern tak mampu. Pencapaian terbaik Lewandowski bersama Bayern hanyalah menembus semifinal edisi 2014-2015 dan 2015-2016.

5. Antoine Griezmann (Atletico Madrid)

Griezmann pertama kali tampil di Liga Champions bareng Real Sociedad pada 2013-2014. Saat itu dari enam penampilan, Grizou –sapaan akrab Griezmann– gagal mencetak satu gol pun. Kemudian pada musim panas 2014, penyerang berambut pirang memutuskan melanjutkan karier bersama salah satu Raksasa Eropa, Atletico Madrid.

Bersama Atletico, Grizou memang mampu mencetak gol di Liga Champions. Namun, ia belum bisa mengantarkan Los Colchoneros –julukan Atletico– menjadi kampiun Liga Champions. Pencapaian terbaiknya hanyalah mengantarkan Atletico finis runner-up edisi 2015-2016. Saat itu di partai puncak, Atletico kalah adu penalti dari Real Madrid.

Sementara di musim ini, Grizou sudah tak mungkin mengantarkan Atletico menjadi kampiun. Sebab tim asuhan Diego Simeone sudah tersingkir di fase grup setelah kalah bersaing dari AS Roma dan Chelsea. [Okezone]

(Visited 41 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*