Longki Janji Ubah Nama ‘Anjungan Nusantara’ Palu

Palu, Jurnalsulteng.com- Calon Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola berjanji bila dipercaya rakyat untuk menjadi gubernur pada periode 2016-2021, ia akan segera mengusulkan penggantian nama ‘Anjungan Nusantara’ di Pantai Talise, Kota Palu, menjadi ‘Anjungan Kaili.’

“Dulunya memang secara spontan saya sampaikan kepada Wakil Presiden Boediono nama ‘Anjungan Nusantara’ karena tempat itu menjadi pusat pelaksanaan Hari Nusantara Tahun 2013. Ke depan, bila saya terpilih lagi, maka saya, atas persetujuan warga Kota Palu, akan mengusulkan perubahan namanya,” kata Longki saat berkampanye di Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kamis (12/11/2015) sore.

Longki yang akan menyelesaikan masa jabatan Gubernur Sulteng pada 17 Juni 2017 itu mengatakan akan membangun Kota Palu lebih indah dari saat ini.

Palu memiliki posisi istimewa dan unik karena kota ini adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Itu artinya Kota Palu adalah cermin atau jendela untuk memandang Sulteng. Itulah sebabnya pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab untuk menata kota teluk ini, ujarnya.

Menurut Longki, indah tidaknya, baik tidaknya Kota Palu di mata masyarakat, akan menunjukkan wajah Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Itulah kenapa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung pengembangan dan penataan kota ini. Coba lihat ruang terbuka hijau atau taman sepanjang Teluk Palu yang sekarang kita kenal sebagai anjungan nusantara, itu dibangun oleh pemprov juga dengan dukungan pemerintah pusat,” kata mantan Bupati Parigi Moutong dua periode itu.

Selain itu, ungkap Longki, kawasan wisata religi yang disebut sebagai gagasan Wali Kota Palu kala itu, justru dibiayai penataan dan pengembangannya oleh Pemprov Sulteng.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Palu mempertanyakan dasar penamaan Taman Anjungan Nusantara sebagai salah satu ruang publik di Pantai Talise Palu.

“Apa dasar penamaan taman tersebut?,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Palu Erfandi Suyuti beberapa waktu lalu.

Dirinya menyebutkan bahwa sebagai salah satu ikon daerah yang menjadi ruang publik, penamaan taman tersebut seyogianya mengangkat krearifan lokal terkait pemberian nama. Dengan demikian taman tersebut dapat menjadi representasi dari keseluruhan kearifan lokal dan budaya yang dimiliki oleh Kota Palu.[***]

Sumber; Antara

(Visited 973 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*