[Ilustrasi]

Makanan “Terlarang” Saat Sahur dan Berbuka

Jurnalsulawesi.com – Asupan makanan yang bergizi seimbang penting agar tubuh tetap kuat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Nutrisi yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan mikronutrien dengan porsi yang tepat dan menjaga kekuatan tubuh berpuasa selama 12 jam.

Namun, tak semua makanan mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh saat berpuasa. Agar puasa lancar dan ibadah berjalan dengan khusyuk dan sehat, ada beberapa makanan yang mesti dihindari, dikurangi, maupun tidak dikonsumsi berlebihan.

1. Gula saat sahur
Makanan dan minuman yang manis yang berasal dari gula sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan ketika sahur. Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Eni Gustina menjelaskan makanan manis dapat menarik cairan dalam tubuh dan mempercepat proses keluarnya cairan melalui urine. Hal ini berpotensi membuat tubuh cepat kekurangan cairan.

“Jangan yang manis-manis karena gula itu menarik air jadi akan banyak buang air kecil dan jadi cepat haus,” kata Eni beberapa waktu lalu.

Sebaliknya, saat berbuka puasa dianjurkan mengonsumsi makanan yang manis terlebih dahulu sebelum makan berat agar tubuh mendapatkan energi dan perut tidak ‘kaget.’

2. Asin saat sahur
Sama seperti gula, makanan yang terlalu asin juga dapat membuat tubuh kekurangan cairan dengan cepat.

“Jangan berpikir asin itu sedap, seperti ikan asin saat sahur itu justru menyiksa karena garamnya menarik cairan, otomatis cairan lebih banyak keluar,” tutur Eni.

Makanan asin juga dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

3. Gorengan saat berbuka
Hidangan yang digoreng atau berminyak juga sebaiknya dihindari saat berbuka puasa. Lemak dan minyak yang berlebih dapat mengendap dalam saluran pencernaan dan menyebabkan kegemukan dan kolesterol.

Kandungan minyak juga dapat membuat tenggorokan gatal dan menimbulkan batuk, radang, hingga infeksi.

Sebaiknya ganti camilan dengan buah-buahan atau sayuran saat berbuka.

4. Makanan pedas
Nutrisi vitamin dan mineral yang terdapat dalam cabai diperlukan oleh tubuh, namun tidak dalam jumlah berlebihan. Rasa pedas tak dimungkiri juga dapat menggungah selera makan.

Makanan yang terlalu pedas ada baiknya dikurangi saat sahur dan berbuka. Konsumsi cabai yang berlebihan dapat membuat tenggorakan kering, memicu diare hingga bahkan membuat lambung terluka.

5. Makanan cepat saji
Meski lebih praktis, makanan cepat saji tak baik dikonsumsi saat sahur atau berbuka. Makanan ini cenderung membuat rasa kenyang tak bertahan lama dan lemak dapat menumpuk di dalam tubuh.

Sebaiknya untuk sahur, konsumsi makanan rumahan atau organik sesuai anjuran Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan.

Makanan gizi seimbang dalam satu piring itu terdiri dari sepertiga karbohidrat, sepertiga sayuran dan sepertiganya lagi gabungan dari protein dan buah-buahan. [***]

Sumber; CNN Indonesia

(Visited 54 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*