[Ilustrasi]

Mantan Napi Terorisme Bantu Cegah Paham Radikal

Palu, Jurnalsulawesi.com – Pemahaman maupun ideologi yang keras ke arah radikalisme dapat menjadi dasar seseorang melakukan aksi terorisme. Karena itu, perlu dilakukan program untuk mencegah penyebaran paham maupun ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Hal tersebut dikemukakan salah satu mantan napi kasus terorisme, Wikra, yang saat ini sudah kembali ke keluarganya setelah menjalani hukuman selama 5 tahun penjara di Lapas Kelas II A Palu.

“Saya ingin mengajak masyarakat untuk menjalankan Islam yang benar. Jangan memaksakan atau mempertanyakan sesuatu yang melebihi koridor keislaman kita,” tutur Wikra kepada Kasubdit IV, Intelkam Polda Sulteng, Kompol Safruddin.

Sebagai bentuk kesadarannya, Wikra saat ini aktif melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk menghidupi anak dan istrinya.

Setelah mengalami dua kali menjalani proses hukum karena terkait kasus terorisme, Wikra bertekad untuk tidak lagi terpengaruh dengan paham-paham yang akan mengarah ke aksi terorisme.

Wikra menambahkan, pencegahan paham radikal harus dipraktikkan dalam bentuk pendekatan, bukan hanya diinformasikan melalui ceramah-ceramah bulanan.

Karena itu ia berharap agar pihak aparat keamanan melakukan kegiatan pendekatan, dengan silahturahmi yang dilakukan secara rutin guna menjalin hubungan emosional yang lebih baik dengan para eks napi kasus terorisme.

Praktik pendekatan itu misalnya, kata Wikra, dengan memperlakukan terdakwa tindak terorisme lebih manusiawi. Artinya kata dia dengan menunjukan sisi manusia yang selama ini dianggap tak dimiliki pada orang atau kelompok yang dibenci kaum jihadis.

“Sehingga mereka tidak kembali terpengaruh dengan paham dan idiologi yang keras yang menjurus ke aksi terorisme,” tambahnya.

Saat ini, Wikra bersama para eks napi terorisme yang telah selesai menjalani hukuman telah kembali melakukan aktifitas seperti biasanya untuk menghidupi keluarganya masing-masing.

“Kami juga tetap mengikuti kajian-kajian melalui ta’lim. Hal ini kami lakukan untuk memahami ajaran Islam dengan baik dan benar, yang tidak bertentangan dengan ideologi negara dan tetap menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya. [***]

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 10 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*