[Ilustrasi]

Mantan Teroris Poso Kini Jadi Peternak Ayam Petelur

Poso, Jurnalsulawesi.com – Mantan anggota teroris Poso, yang berinisial MF mengaku saat ini dirinya telah insyaf dan menyadari akan segala perbuatannya. Baginya, aksi teroris yang pernah ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar dalam memahami arti jihad yang sesungguhnya. Makanya untuk menafkahi serta memenuhi kehidupan keluarganya sehari-hari, kini MF menjadi peternak ayam petelur.

“Profesi saya saat ini, jadi peternak ayam petelur. Alhamdulillah, dengan pekerjaan ini, sudah bisa menafkahi keluarga,” kata MF dalam pengakuannya kepada Kasubdit IV Intelkam Polda Sulteng Kompol Safruddin, pekan lalu.

Menurut MF, salah satu upaya mengatasi pemahaman radikalisme di Kabupaten Poso, khususnya kepada kelompok eks Napi kasus terorisme, perlu kiranya pemerintah melakukan pengawasan dan koordinasi serta terus membangun silahturahmi antara kelompok eks napi teroris dengan aparat kepolisian dan pemerintah setempat.

Apalagi di wilayah Poso katanya, ada sekitar 32 eks napi kasus teroris yang terlibat dengan kelompok MIT. Namun saat ini, mereka-mereka ini telah kembali menjalani kehidupannya dengan normal, seperti berkebun, jualan barang campuran, service barang elektronik, peternak ayam, serta jadi kontraktor proyek-proyek APBD Kabupaten Poso. Meski demikian masih ada juga yang tetap terkontaminasi dengan kelompok radikal tersebut.

Olehnya itu, napi kasus teroris (Napiter) ini pun menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda di Kabupaten Poso, untuk tidak mudah terpengaruh dan terhasut, baik melalui kajian-kajian keagamaan maupun melalui pemberitaan di sosial media (Sosmed).

“Untuk menangkal isu serta berita-berita hoax, sangat diperlukan pula peran serta pengawasan dari orang tua, khususnya penggunaan Sosmed yang saat ini cenderung memberikan informasi bohong dan sesat,” ujarnya.

Kepada Pemerintah Daerah dan aparat keamanan Sulteng, MF berharap tetap komitmen dan konsiten, utamanya dalam memberikan perhatian kepada mantan Napiter dan keluarganya, agar mereka tidak kembali dan bergabung dengan kelompok-kelompok radikal.

“Saya juga berterima kasih kepada aparat keamanan dan Pemda, yang selama ini telah membantu dan memberikan bimbingan, sehingga pemikiran tentang radikalisme sedikit demi sedikit bisa hilang,” pungkasnya. [***]

Penulis; Agus Manggona

(Visited 16 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*