Tambang emas Dongi-dongi

Masih Ada Penambangan Emas di Dongi Dongi

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) mengaku hingga kini masih ada penambangan emas di kawasan Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

“Tidak dipungkiri masih ada penambang yang secara sembunyi-sembunyi menambang emas di wilayah itu,” kata Kepala Balai Besar TNLL, Sudayatna saat mengunjungi kawasan konservasi tersebut, Senin (13/11/2017).

Ia mengatakan meski di pintu masuk dan di dalam kawasan sudah ada pos polisi dan polhut, tetapi para penambang masih saja melalukan aktivitas menggali lubang untuk memburu rep (tanah/pasirr yang berisikan emas).

Mereka, kata dia, menambang pada malam hari sehingga petugas cukup kesulitan untuk menangkap mereka. Pada pagi hari, para penambang tidak berani masuk karena dipastikan dapat didektesi petugas.

Petugas polhut bersama polisi pada pagi dan siang hari melakukan penyisiran di sekitar kawasan penambangan emas tanpa izin (PETI) yang sejak 2016 telah ditertibkan petugas gabungan dari Polri/TNI, Satpol PP dan Polhut.

Begitu pula malam hari, namun setelah sampai di lokasi para penambang sudah kabur. Kemungkinan mereka bersembunyi di hutan sekitarnya dan kembali masuk menambang saat situasi sudah aman.

Artinya, begitu petugas sudah tinggalkan lokasi, mereka kembali masuk menambang dan buru-buru keluar membawa hasil menambang berupa rep dengan melalui jalan “tikus” lewat kebun-kebun masyarakat di sekitar itu.

“Ini yang sulit didektesi para petugas,” kata Sudayatna yang dikutip Antarasulteng.com.

Menjawab pertanyaan, Sudayatna mengatakan tetap akan menempatkan petugas di pintu masuk dan pos jaga dalam lokasi tambang.

Dia mengimbau masyarakat sekitar kawasan untuk ikut bersama-sama petugas mengamankan lokasi tersebut dari para penambang yang selama ini datang dari berbagai daerah diluar wilayah Sulteng.

“Sampai kapanpun pemerintah tidak akan mengizinkan adanya penambangan di dalam kawasan konservasi, seperti yang ada di Dongi-Dongi,” kata dia.

Sudayatna menegaskan jika memang gangguan sudah tidak bisa lagi dikendalikan kegiatan penambangan emas di wilayah itu, pihaknya akan melapor dan meminta kepada Kapolda Sulteng suatu saat akan melakukan kembali penertiban atau penegakan hukum.

Karena selama ini, sudah cukup memberikan banyak toleransi dan pembinaan. “Saya kiri toleransi dan pembinaan sudah cukup. Kalau ternyata tetap mereka menambang dan ditangkap maka dilakukan proses hukum,” kata dia.

Ia juga menyampaikan kasih dan apresiasi kepada teman-teman dari Polri/TNI dan Polhut yang sudah menjaga kawasan ini hampir berjalan dua tahun ini,” kata dia.

Salah satu lubang yang baru digali di lokasi tambang emas ilegal di kawasan Dongi-Dongi.[Antarasulteng.com]

Dikutip dari Antara, di lokasi terlihat banyak lubang-lubang baru dari kedalam lima meter sampai belasan meter.

Ada juga lumbang lama yang sudah ditimbun pasca penertibang 2016, kini sudah kembali digali lagi para penambang.

Lumbang-lubang yang berkedalaman lima sampai belasan meter diberi pengaman dengan menggunakan papan/kayu hasil tebangan liar di kawasan hutan lindung di wilayah itu. Ini membuktikan bahwa memang sampai sekarang masih ada penambang yang melakukan kegiatan di kawasan terlarang tersebut.[Antarasulteng.com]

 

(Visited 75 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*