Eko Arianto. [Ist]

Masyarakat Harus Desak Penggantian Wagub Sulteng

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sudah lebih setahun terjadi kekosongan jabatan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) paska meninggalnya Almarhum Sudarto yang berpulang pada 1 Oktober 2016 lalu. Namun hingga saat ini, gaung pengganti Almarhum Sudarto seperti tak terdengar lagi, setelah beberapa waktu lalu terjadi deadlock terkait pengisian jabatan tersebut.

Ketua Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulawesi Tengah, Eko Arianto mengaku prihatin dengan kondisi yang terus berlarut-larut tanpa ada titik terang. Menurut Eko, dengan berlarut-larutnya kekosongan tersebut, akan sangat merugikan masyarakat Sulteng.

Karena itu kata Eko, perlu desakkan dari masyarakat agar proses pemilihan wagub segera dilakukan.

”Masyarakat harus mendesak pimpinan DPRD dan gubernur Sulteng agar tdak diam dalam masalah ini. Pasalnya, kekosongan Wagub sudah lebih setahun. Karena masyarakat Sulteng juga yang akan dirugikan, jika hal ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan,” kata Eko kepada Jurnalsulawesi.com, Senin (20/11/2017).

Selain masyarakat yang dirugikan, jika hal ini terus dibiarkan juga merugikan Gubernur Longki Djanggola karena harus berbagi waktu dalam tupoksinya, karena harus merangkap fungsi pengawasan yang menjadi tugas wagub.

Eko juga mengatakan, jangan sampai masyarakat menilai, bahwa DPRD dan gubernur tidak serius dan menimbulkan kesan terjadi “kucing-kucingan” atau dinilai ada unsur kesengajaan dibiarkannya berlarut-larut proses pemilihan Wagub Sulteng.

“Kita sadari bahwa penggantian Wagub Sulteng adalah proses politik dan harus ada rekomendasi dari masing-masing partai pengusung dan pendukung. Tetapi, sampai kapan masyarakat harus menunggu?,” tanya Eko.

Jika rekomendasi partai yang menjadi kendala karena tertahan di DPP partai pengusung masing-masing kata Eko, seharusnya para elit-elit partai politik dari daerah ini harus berani mendesak DPP-nya agar segera mengeluarkan rekomendasinya.

Karena jika didiamkan imbuh Eko, maka DPP partai pengusung itu juga seolah-olah tak menganggap ada masalah di daerah ini.

“Ada 34 provinsi dan ratusan kabupaten/kota yang menjadi bawahan DPP partai politik. Tidak mungkin mereka yang di pusat akan selalu ingat masalah yang terjadi daerah kita, kalau tidak diingatkan. Makanya perlu desakan dari masyarakat, agar elit-elit di daerah ini segera melakukan langkah-langkah konkrit terkait penggantian Wagub Sulteng,” tegasnya.

Eko menambahkan, permasalahan yang dihadapi dalam proses pemilihan wagub ini disebabkan regulasi yang lemah dan adanya tarik ulur kepentingan politik, terhadap nama yang diusulkan sebagai cawagub.

Dinamika politik yang terjadi dalam proses pemilihan wagub ini pasti dipantau masyarakat, baik secara langsung maupun melalui berita di sejumlah media massa.

“Jangan sampai keputusan yang diambil para partai pengusung mencederai harapan dan keinginan masyarakat,” harapnya.

Eko menambahkan, proses pemilihan Wagub Sulteng juga bisa menjadi ujian bagi partai pengusung. Masyarakat akan menilai, apakah partai pengusung mampu mengendalikan nafsu politiknya atau tidak.

Jika mendahulukan kepentingan yang lebih besar, maka seluruh partai pengusung dapat duduk bersama memutuskan nama cawagub untuk segera dipilih di DPRD Sulteng.

“Bila mendahulukan kepentingan partai, maka akan sulit diputuskan satu nama cawagub, karena masing-masing partai akan merekomendasikan nama yang berbeda-beda. Dan akan terjadi deadlock lagi seperti yang sudah pernah terjadi,” katanya.

Pengurus partai pengusung harus mampu membuktikan apakah mendukung keinginan rakyat agar Sulteng segera memiliki wagub. Jangan sampai rakyat menyimpulkan bahwa pidato manis selama kampanye pemilu hanya kebohongan belaka untuk menarik simpati pemilih.

“Siapa yang didahulukan, kepentingan partai atau masyarakat? Ini ujian bagi partai pengusung, yang tentunya akan mempengaruhi Pemilu 2019 nanti,” tutup Eko. [***]

Rep; Sutrisno

(Visited 767 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*