Anggota DPRD Provinsi Sulteng Muh. Masykur saat melakukan kunjungan di Kecamatan Lindu, Jumat (23/6/2018). [Ist]

Masykur: Infrastruktur Jalan di Lindu Memprihatinkan

Sigi, Jurnalsulawesi.com – Infrastruktur jalan di Kecamatann Lindu Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga saat ini masih memprihatinkan.

“Di sepanjang jalan utama kecamatan yang menghubungkan antar desa nampak sangat rusak. Seolah belum mendapat sentuhan program peningkatan pembangun jalan, sebagaimana laiknya jalan yang jamak kita ketahui,” kata Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Muh. Masykur, di Palu, Senin (25/6/2018).

Kondisi tersebut ia saksikan saat berkunjung di Kecamatan Lindu pekan lalu. Ini kunjungan kali kedua yang dilaksanakan Masykur di kecamatan yang namanya masyhur di luar, karena memiliki kekayaan alam luar biasa utamaya Danau Lindu.

Namun, dalam kunjungannya kali ini Masykur sangat prihatin karena kondisi jalan sangat rusak, bahkan di beberapa titik sudah jadi kubangan.

Menurut Masykur, sudah semestinya semua pihak memberikan perhatian, khususnya Pemerintah Daerah dan tidak ada tawar menawar lagi untuk segera membenahi dan melakukan perbaikan jalan di Kecamatan Lindu.

“Masa hanya jalan penghubung antar dusun yang nampak kondisinya jauh lebih layak, dengan dirabat beton. Sementara jalan utama kecamatan yang menghubungkan empat desa yakni Desa Poroo, Langko, Tomado dan Anca, kondisinya rusak parah,” keluh Masykur.

Masykur yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulteng ini berharap, menjelang perayaan HUT 73 tahun Kemerdekaan RI, masyarakat Lindu juga dapat menikmati makna sesungguhnya kemerdekaan, yakni akses jalan jadi mulus. Sebagaimana layaknya kondisi jalan di daerah lainnya yang selalu mendapat sentuhan pembangunan.

“Itu harapan dan mimpi penantian panjang warga masyarakat Lindu. Mereka berharap pemerintah dapat segera merealisasikan mimpi ini. Sudah beberapa kali mereka dijanjikan perbaikan jalan. Sama halnya, tidak perlu ditanyakan sudah berapa banyak pejabat hilir mudik masuk keluar di kampung mereka,” kata Masykur mengutip pernyataan Nurdin, warga setempat.

Kata Masykur, tokoh adat Kecamatan Lindu itu ingin suara warga di wilayah tersebut hendaknya didengarkan oleh pemerintah, baik kabupaten, provinsi dan pusat.

“Sudah cukup lama kami sabar menunggu. Janganlah penantian kami terus jadi berkepanjangan hanya karena dianggap akses kami terbatas dan terpencil,” jelas Nurdin kepada Masykur.

Karena itu, Masykur berharap Pemda dapat memberikan perhatian khusus di Kecamatan Lindu. Sebab jika infrastruktur mantap, maka sudah pasti nilai manfaatnya banyak. Warga masyarakat jadi terlayani dan akses keluar masuk wilayah ini jadi lebih cepat. Efek peningkatan ekonomi warga juga jadi terdampak.

“Apalagi perhatian terhadap infrastruktur tidak hanya datang dari Pemda, kabupaten maupun provinsi tapi saya yakin pemerintah pusat juga tidak bakal menutup mata atas kondisi ini karena inheren dengan program pembangunan di daerah-daerah pinggiran dari pemerintah pusat,” tutup Masykur.[***]

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 46 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*