[Ilustrasi]

Mengenal Gejala ‘Speech Delay’ pada Anak

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Keterlambatan bicara atau speech delay adalah telatnya kemampuan berbicara yang terjadi pada anak-anak. Gangguan ini sering ditemui pada zaman sekarang oleh para orang tua pada anak mereka. Ini terjadi kerena kesibukan orang tua yang padat sehingga mereka melupakan untuk banyak melakukan stimulasi berbicara pada anaknya.

Semakin hari, gangguan speech delay ini tampak semakin berkembang pesat. Bahkan menurut beberapa laporan dari catatan kesehatan masyarakat menunjukan bahwa tingkat terjadinya keterlambatan bicara melonjak sekitar 5-10%. Tidak ada salahnya jika Anda sebagai orang tua untuk memberikan perhatian yang berlebih terhadap perkembangan bicara anak.

Karena dengan semakin dini, Anda dapat mendeteksi speech delay, maka akan semakin memudahkan Anda dalam mengatasi keterlambatan bicara pada anak. Bahkan sangat disarankan kepada Anda untuk memeriksakannya kepada dokter anak jika tidak mampu mendeteksinya sendiri.

Tanda dan Gejala Speech Delay Pada Anak
Untuk mendeteksi speech delay pada anak secara cepat, maka Anda perlu tahu apa saja tanda dan gejala speech delay pada anak. Ciri bicara terlambat pada anak bisa Anda lihat sesuai dengan perkembangan usianya. Simak saja tanda dan gejala speech delay atau keterlambatan bicara pada anak dibawah ini yang dikutip dari Terapiotak.com:

Tanda dan Gejala Speech Delay Anak Usia 1 tahun (12 bulan)
– Menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan ‘good-bye’ atau menunjuk
objek tertentu
– Berlatih menggunakan beberapa konsonan yang berbeda
– Vokalisasi atau melakukan komunikasi

Tanda dan Gejala Speech Delay Anak Usia 1-2 Tahun
– Tidak memanggil ‘mama’ dan ‘papa’
– Tidak menjawab bila dikatakan ‘tidak’, ‘halo’ dan ‘bye’
– Tidak memiliki satu atau 3 kata pada usia 12 bulan dan 15 kata pada usia 18 bulan
– Tidak mampu mengidentifikasi bagian tubuh
– Kesulitan mengulang suara dan gerakan
– Lebih memilih menunjukkan gerakan daripada berbicara verbal

Tanda dan Gejala Speech Delay Anak Usia 2-5 Tahun
– Tak mampu menyampaikan kata-kata atau frase secara spontan
– Tak mampu mengikuti petunjuk dan perintah sederhana
– Kurang bunyi konsonan di awal atau akhir kata, seperti ‘aya’ (ayah), ‘uka’ (buka)
– Tidak dipahami bicaranya oleh keluarga terdekat
– Tak mampu untuk membentuk 2 atau 3 kalimat sederhana
Itulah beberapa gejala speech delay pada anak. Namun, apabila Anda masih merasa ragu terhadap diagnosis Anda sendiri, tidak ada salahnya mencoba untuk memeriksakannya kepada dokter yang lebih ahli.

Penyebab Keterlambatan Bicara Pada Anak (Speech Delay)
Selain penyebab utama speech delay yaitu kurangnya rangsangan berbicara, ada banyak faktor penyebab lainnya. Beberapa diantaranya bahkan perlu Anda waspadai, karena tanpa sadar sering dilakukan oleh orang tua. Simak saja faktor penyebab speech delay dibawah ini untuk jelasnya.

1. Jarangnya terjadi komunikasi
Era modern ini, banyak orang tua yang lebih memercayakan anaknya pada pengasuh atau perawat. Padahal tidak mereka sadari bahwa komunikasi antara orang tua dan anak malah akan mempercepat proses bicara dan membangun percaya diri anak. Ditambah lagi kita tidak tahu bagaimanakah kerja pengasuh anak dibelakang Anda.

2. Faktor Entertainment/Hiburan
Perkembangan teknologi semakin maju, dulu kita hanya bisa menikmati tv, sekarang sudah ada hiburan lain semacam youtube dan yang lainnya. Tapi pernahkah terpikir di Anda, bahwa hiburan dapat menjadi penyebab speech delay? Anak yang sering menonton televisi akan menjadi pendengar yang pasif tidak bisa menjadi anak aktif. Selain itu juga anak hanya menerima tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk.

3. Gangguan Perkembangan Otak
Adanya gangguan pada daerah oral-motor di otak mengakibatkan ketidakefisienan hubungan di daerah otak yang berperan untuk menghasilkan bicara. Sehingga kondisi ini dapat menyebabkan anak kesulitan menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi.

4. Gangguan Pada Pendengaran
Bila anak mengalami kesulitan dalam pendengaran, secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Masalah pendengaran pada anak biasanya disebabkan adanya infeksi telinga. [red/*]

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*