Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi menyampaikan sambutan sekaligus membuka rapat kerja tahunan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) di Aula IAIN Palu pada, Sabtu (9/2/2019). [Humas IAIN]

Menuju UIN, Re-akreditasi Prodi Jadi Prioritas Kerja IAIN Tahun 2019

Palu, Jurnalsulawesi.com – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi menyatakan, re-akreditasi program studi (Prodi) semua fakultas menjadi prioritas kerja tahun 2019, sebagai bentuk persiapan peralihan status perguruan tinggi Islam negeri tersebut menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

“Salah satu indikator nasional kulitas atau mutu perguruan tinggi yaitu diukur dengan akreditasi. Karena itu, akreditasi menjadi hal yang sangat penting,” ucap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, saat membuka rapat kerja tahunan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) di Aula IAIN Palu, Sabtu (9/2/2019).

Raker FTIK itu mengangkat tema “Peningkatan kinerja dan optimalisasi tata kelola di FTIK,” di ikuti kurang lebih 50 peserta.

Dalam sambutannya ia
mengemukakan, di fakultas pencetak tenaga pendidik itu, terdapat kurang lebih sekitar 4 program studi yang perlu di akreditasi dari C-B dan dari B menjadi A.

Pakar Managemen Pendidikan itu mengemukakan, pada tahun 2018 bagian perencanaan dan keuangan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 150 juta lebih, untuk re-akreditasi beberapa program itu.

Namun, hal itu belum termanfaatkan secara maksimal, salah satu faktornya karena IAIN Palu terdampak bencana gempa, tsunami dan penjarahan.

“Tahun ini kita prioritaskan kembali, di dukung dengan ketersediaan anggaran walaupun jumlah tidak terlalu tinggi. Namun, minimal dapat merubah predikat akreditasi beberapa prodi,” ujar Wakil Ketua MUI Sulawesi Tengah itu.

Dirinya menekankan kepada FTIK agar segera melakukan pendataan jumlah alumni, serta alumni yang telah bekerja di instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha swasta dan sebagainya.

Data alumni itu penting. Karena menunjang percepatan perubahan predikat akreditasi program studi dari C menjadi B dan dari B menjadi A.

Selain data tersebut salah satunya, peningkatan kinerja dan disiplin kerja harus di perhatikan dan di genjot agar upaya yang di inginkan dapat terealisasi.

“Disiplin kerja harus mulai dari atas, dari rektor, wakil rektor, dekan, wakil-wakil dekan, kabag, kasubag dan seterusnya,” sebut dia.

IAIN Palu lewat kepemimpinan Prof Dr Sagaf S Pettalongi MPd mengusung visi bermutu dan berdaya saing. Visi ini, sejalan dengan visi Kementerian Agama RI tahun 2019.

Sementara itu Dekan FTIK IAIN Palu Dr Mohammad Idhan mengemukakan, merancang dan menyusun program kerja yang baik, yang berkualitas dan bermutu akan bermuara pada kesuksesan.

Karena itu, Dr Idhan menyebut, raker harus benar-benar mengkonstruksi program yang berkualitas. Tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

Dia menyebut banyak aspek yang belum termaksimalkan di FTIK, hal itu dapat dilihat dari jalannya proses akademik yang telah berjalan setahun lebih di FTIK.

Olehnya, tema raker merupakan kritik bagi FTIK itu sendiri, untuk berbenah menuju kesuksesan dlam meningkatkan mutu dan kualitas.

Sebelumnya, Kementerian Agama lewat Direktur PTKI Prof Dr Arskal Salim telah memberikan sinyal bahwa IAIN Palu dapat menjadi salah satu PTKIN di Indonesia untuk peralihan status menjadi UIN.

IAIN Palu diminta untuk menyiapkan seluruh persyaratan itu, termasuk akreditasi sebagai salah satu indikato terpenting dalam perilahan status. [***]

Sumber; Humas IAIN

(Visited 18 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*