[Ilustrasi]

MUI Sulteng Minta Hentikan Aktivitas Prostitusi Tondo Kiri

Palu, Jurnalsulawesi.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta pemerintah di daerah setempat menghentikan prostitusi di Tondo Kiri, Kota Palu, karena diduga menjadi sumber penyebaran HIV/Aids.

BACA: Ratusan IRT di Palu Mengidap HIV/AIDS

Ketua MUI Sulteng, Habib Ali Al-Djufrie mengatakan, dalam waktu dekat MUI Sulawesi Tengah akan bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sulteng dan Kota Palu untuk menghentikan selama-lamanya aktivitas di lokalisasi Tondo Kiri tersebut.

“Setelah Musyawarah Daerah ke VIII MUI Sulteng, dalam waktu dekat kita juga akan menyurat secara resmi kepada pemerintah daerah,” katanya di Palu, Senin (12/2/2018).

Menurut Habib Ali yang dilansir Antara, aktivitas prostitusi di lokalisasi Tondo Kiri masih terus berlangsung meski telah ditutup oleh pemerintah kota beberapa tahun lalu.

Dia mengatakan MUI kuatir, jika hal itu dibiarkan tidak menutup kemungkinan eks lokalisasi Tondo Kiri tersebut menjadi tempat penyebaran HIV/AIDS lewat para pekerja seks komersial dan pria hidung belang.

“Macam-macam penyakit yang timbul akibat HIV/AIDS ini. Kalau kita menjadi pemimpin, kita harus jaga itu masyarakat kita,” ujarnya.

Belum lama ini Pemerintah Kota melalui Forum Libu Todea telah mendialogkan eks lokalisasi Tondo Kiri tersebut dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Namun pertemuan yang berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota Palu itu tidak dihadiri MUI Kota Palu dan organisasi keagamaan padahal mereka juga diundang dalam pertemuan tersebut.

Forum Libu yang dibuka Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said tersebut berlangsung alot karena terdapat tiga opsi yang berkembang yakni ditutup total, tetap dilokasilir dan direlokasi.

Dari tiga opsi tersebut masing-masing memiliki sejumlah argumen sehingga rapat Forum Libu Todea memutuskan agar Pemerintah Kota Palu membentuk tim pemetaan terhadap eks lokalisasi Tondo Kiri tersebut.

Pertemuan itu juga mengungkapkan penyebaran HIV/Aids di Kota Palu yang telah mencapai lebih dari 600 orang.

Dinas Kesehatan Kota Palu, mencatat sedikitnya 98 orang warga ibu kota provinsi Sulteng itu meninggal dunia akibat terserang virus HIV/AIDS yang berasal dari perilaku seks bebas.

Sejak tahun 2002 hingga 2017 Kota Palu tercatat terdapat 622 orang mengidap penyakit HIV/AID, dan 98 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara data Dinkes Suteng, tecatat 1.114 kasus HIV, sementara kasus AIDS sebanyak 662 kasus, dan kasus paling tinggi ditemukan di Kota Palu yang didominasi oleh pemuda berusia 19 hingga 35 tahun, dengan tren peningkatan terjadi pada ibu rumah tangga. [***]

Source; Antara

(Visited 87 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*