Salah satu murid SD IT Al-Fahmi yang menjalani perawatan di rumah sakit. [Ist]

Murid SD Keracunan, Perlu Sepekan untuk Mengetahui Penyebabnya

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu, Safriansyah mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu sampel penyebab atas dugaan keracunan makanan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al-Fahmi, Kota Palu, Senin (4/12/2017) siang.

“Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), yang mengambil sampel adalah Puskesmas yang terdekat dengan lokasi kejadian,” kata Safriansyah yang dikutip Antara.

Dia menjelaskan, sampel penyebab keracunan itu, jika dalam bentuk makanan atau minuman yang belum dikonsumsi, akan dibawa ke Balai POM untuk dilakukan pengujian. Sementara jika sampel dalam bentuk muntahan dari anak-anak yang keracunan, itu menjadi tugas laboratorium kesehatan yang akan mengujinya.

“Dibutuhkan waktu 1-2 minggu, untuk mengetahui penyebab kasus itu, apakah disebabkan cemaran mikroba atau ada penyebab lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, sampel yang dibawa, harus disertai dengan keterangan yang jelas, terkait riwayat kejadian, berapa jam mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan atau minuman, yang bisa menjadi dasar untuk melakukan proses pengujian.

Sebelumnya ratusan anak dari Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Al-Fahmi di Kota Palu diduga mengalami keracunan makanan, usai menyantap makan siang yang disediakan pihak sekolah.

Belum ada keterangan resmi dari instansi terkait, dugaan sementara anak sekolah tersebut menyantap nasi goreng yang disediakan katering sekolah.[Antarasulteng.com]

(Visited 57 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*