Banjir kembali menerjang Kota Tolitoli, Selasa (13/6/2016) menyebabkan ribuan warga kembali mengungsi. [Ist]

Musim Hujan, BMKG Ingatkan Masyarakat Sulteng Agar Waspada

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah untuk mewaspadai berbagai bencana yang bisa saja terjadi saat memasuki musim hujan.

“Beberapa wilayah Sulteng selama Februari sampai awal Maret 2018 berpotensi besar dilanda cuaca ekstrem, sehingga perlu mendapat perhatian masyarakat,” kata Koordinator Analisa dan Pengolahan Data BMKG Balai Wilayah IV Stasiun Meteorlogi Kelas II Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Affandi Nugraha Diharsya di Palu, Kamis (8/2/2018).

Menurut pemantauan dan analisa dari pihak BMKG, kondisi cuaca selama dua bulan ke depan ini (Februari-Maret) di beberapa wilayah di Sulteng masih akan mengalami turun hujan dengan intensitas sedang sampai lebat.

Hal ini dikarenakan masih adanya pengaruh La Nina yang terjadi pada beberapa waktu lalu dan juga dampak dari angin kuat dari wilayah Samudera Pasifik dan masih menghangatnya perairan di bagian utara Pulau Sulawesi.

“Ini yang menyebabkan sampai dengan bulan Maret 2018 masih akan turun hujan di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng,” kata Affandi.

Wilayah-wilayah yang akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain di Kabupaten Buol, Tolitoli, Donggala (Sojol, Riopakava, Balaesang), Banggai, Morowali Utara, Morowali, khususnya di Bahodopi dan sekitarnya.

Berikutnya adalah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Banggai Laut.

Sementara untuk Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng sendiri, kata Affandi curah hujan tetap ada dengan intensitas kecil sampai sedang. Namun sesekali hujan lebat.

Sedangkan untuk tinggi gelombang di bagian utara Sulteng seperti di Perairan Kabupaten Buol dan Tolitoli cukup signifikan berkisar maksimumnya sampai dengan tiga meter.

Juga diikuti Perairan Teluk Tomini bagian luar dengan ketinggian gelombang yang sama mencapai tiga meter. Berikutnya Perairan Banggai bagian luar juga maksimumnya tiga meter.

Untuk Perairan Kabupaten Bangkep dan Banggai Laut, tinggi gelombang maksimum 2,5 meter. Di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara maksimum tinggi gelombang laut dua meter.

Ia juga menambahkan untuk angin, kata dia, sesekali akan terjadi angin kencang dan perlu diwaspadai di sejumlah wilayah tertentu di Sulteng.

Sejumlah wilayah selama ini mempunyai historis angin kencang seperti di Kabupaten Parigi Moutong, Donggala yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar di bagian utara yakni Sojol dan Desa Labuan.

Di Kota Palu sesekali juga akan terjadi angin kencang, tetapi tidak seperti yang ada di beberapa wilayah diatas. Pada saat hujan lebat, angin kencang sangat berpotensi terjadi.

Tetapi dalam beberapa pekan ke depan ini, potensi angin kencang akan terjadi di Kabupaten Banggai dan Morowali. Potensi angin kencang dan tinggi terjadi beberapa hari ke depan ini di dua kabupaten itu.

BMKG mengimbau masyarakat baik yang tinggal di daerah aliran sungai (das), perbukitan dan juga para nelayan yang menggunakan perahu kecil untuk mewaspadai sebab kondisi ombak besar dan sangat memungkinkan terjadinya musibah kecelakaan.

Kalau memang hendak melaut, disarankan agar tidak keluar jauh dari wilayah itu.

“Tapi kalau boleh jangan dulu melakukan aktivitas dan menunggu kondisi cuaca normal baru melaut lagi,” demikian Affandi Nugraha. [***]

Source; Antara

(Visited 345 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*