Aparat keamanan berjaga-jaga di jalur Trans Sulawesi pada pelaksanaan Operasi Tinombala di Poso Pesisir, Kabupaten Poso. [Ist]

Operasi Tinombala Akan Dievaluasi Akhir Tahun 2017

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Evaluasi Operasi Tinombala untuk memburu kelompok sipil bersenjata di Gunung Biru, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akan dievaluasi pada akhir tahun 2017. Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan, apakah operasi perburuan sisa-sisa anak buah Santoso ini akan diperpanjang lagi atau diakhiri.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Harry Suprato kepada Jurnalsulawesi.com pekan lalu mengatakan, saat ini operasi masih berjalan dan akan selesai pada akhir Desember 2017 nanti. Karena itu akan dilakukan evaluasi di Mabes Polri untuk menentukan pelaksanaan operasi gabungan TNI/Polri tersebut.

“Akan ada evaluasi apakah Operasi Tinombala ini akan diperpanjang lagi atau tidak dalam rangka menciptakan keamanan di Kabupaten Poso dan Sulawesi Tengah pada umumnya dari tindakan tak bertanggung jawab yang dilakukan terduga kelompok teroris sisa anak buah Santoso. Evaluasi itu akan dilakukan di Mabes Polri” kata Harry Suprapto.

Menurut Harry, dalam pelaksanaan Operasi Tinombala saat ini, selain upaya menangkap, juga untuk mempersempit ruang gerak anggota Mudjahidin Indonesia Timur Santoso alias Abu Wardah yang masih tersisa.

Mantan Kapolres Buol ini juga mengatakan, sejalan dengan pelaksanaan operasi Tinombala yang dilakukan TNI/Polri, dibutuhkan peranan Pemda Sulteng serta Pemda Kabupaten Poso untuk mensinergikan program pembinaan keagamaan, sehingga dapat mencegah berkembangnya paham radikal.

Sebelumnya, Guru Besar Antropologi Universitas Tadulako (Untad) Palu Prof Dr H Sulaiman Mamar MA, mengatakan saat ini yang diperlukan pemerintah selain uapaya menangkap hidup atau mati DPO yang tersisa tersebut, pemda harus segera memberikan perhatian melalui pembinaan kepada sejumlah anak-anak di daerah yang pernah terjadi konflik horizontal tersebut.

“Saat ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah perhatian dan pembinaan sebagai upaya memutuskan mata rantai dendam atau masuknya paham radikal,” terangnya. [***]

 

Penulis; Elkana Lengkong
Editor; Sutrisno

(Visited 59 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*