Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menghadiri groundbreaking pembangunan pabrik pengolah nikel dan mangan menjadi elemen baterai mobil listrik, di Kabupaten Morowali, Jumat (11/1/2019). [Ist]

Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp10 Triliun Dibangun di Morowali

Morowali, Jurnalsulawesi.com – Pabrik baterai mobil listrik di Kawasan Industri (KI) Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai dibangun. Nilai investasi pabrik ini diperkirakan mencapai 700 juta dolar AS atau sekira Rp10 triliun.

Pabrik ini menjadi bagian dari program hilirisasi industri dalam hal ini nikel. Pabrik ini merupakan hasil kerja sama antara Tsingshan, GEM Co Ltd, Guangdong Brunp Recycling, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), dan Hanwa Co Ltd.

Dikutip dari iNews.id, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto yang menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) menyambut baik kehadiran pabrik ini. Apalagi, pabrik yang diproyeksikan selesai pada 2020 itu akan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.

“Kemenperin berada di belakang proyek ini. Kami sepenuhnya mengawal. Kawasan IMIP ini telah menghasilkan investasi 5 miliar dolar AS dan ke depan akan bertambah lagi 7-8 miliar dolar AS,” kata Airlangga, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, pabrik ini akan relevan dan semakin penting setidaknya hingga 20 tahun ke depan karena akan menjadi sumber energi utama bagi produsen kendaraan bermotor. Pabrik ini nantinya akan mengolah nikel laterit menjadi elemen penting untuk daya baterai.

“Ini adalah industri new battery, new energy material. Generasi kedua baterai lithium. Proyek ini mendukung baterai untuk mobil listrik, di mana ditargetkan tahun 2025 sebanyak 20 persen mobil yang diproduksi Indonesia adalah mobil listrik,” tutur Airlangga.

Kemenperin, kata dia, juga akan mendukung dalam bentuk Politeknik Logam Morowali yang akan menyediakan sumber daya manusia industri yang kompeten. Fasilitas ini untuk menyuplai SDM lokal ke KI Morowali.

Presiden Direktur GEM Co Ltd, Xu Kai Hua mengapresiasi dukungan pemerintah sehingga rencana investasi bisa terealisasi. Perusahaan patungan yang diberi nama PT QMB New Material ini dibangun di atas lahan seluas 120 hektare.

Pabrik ini, kata Hua, bisa memproduksi 50.000 ton intermedit nikel hidroksida, 150.000 baterai kristal nikel sulfat, 20.000 ton baterai kristal sulfat kobalt, dan 30.000 ton baterai kristal sulfat mangan. [***]

 

(Visited 461 times, 15 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*