Sekretaris Lembaga Dakwah, Tasmin (kiri) dan Sekretaris Parmusi Wilayah Sulteng, Nur Sihaka. [Ist]

Parmusi Sulteng Dukung Polisi Berantas Berita Hoax

Palu, Jurnalsulawesi.com – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) mendukung kepolisian  memberantas penyebaran hoax  atau kabar bohong sebagai upaya menciptakan rasa aman, tenteram dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami Parmusi Sulteng mendukung kepolisian mulai tingkat Mabes (Markas Besar) Polri sampai tingkat Polsek di kecamatan untuk memberantas oknum-oknum penyebar `hoax`,” kata Sekretaris Parmusi Wilayah Sulteng, Nur Sihaka, Rabu (7/11/2018).

Ia menuturkan penyebaran kabar bohong melalui berbagai media sosial telah terjadi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional yang seringkali meresahkan masyarakat dan merugikan pihak tertentu.

Menurut dia, kabar bohong merupakan perbuatan fitnah yang dapat merugikan orang secara individu, kelompok maupun bangsa dan negara, sehingga Parmusi juga mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang menyatakan penyebaran kabar bohong merupakan perbuatan haram.

Nur Sihaka menambahkan, penyebaran kabar bohong memiliki tujuan untuk menciptakan kegaduhan, bahkan membuat masyarakat tidak nyaman, dan aman, bahkan seringkali menimbulkan kebencian terhadap seseorang, kelompok termasuk pemerintah.

Jika kabar bohong yang sifatnya memfitnah, membenci maupun menyerang pemerintahan terus dibiarkan, bisa menjatuhkan kewibawaan pemerintah maupun negara hilang, yang akhirnya terjadi perpecahan di dalam negara tersebut.

“Manakala pemerintah sudah tidak berdaya bagaimana keberadaan NKRI, karena sebagai anak bangsa, kami juga berharap negara dalam tetap aman dan nyaman,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, kepolisian di Sulteng sudah berhasil dalam menangkal maupun memberantas kabar bohong sehingga masyarakat termasuk para pemuka agama di Sulteng merasa lebih nyaman dan aman.

Ia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pemuka agama agar lebih selektif dalam menerima informasi melalui media sosial, dan tidak ikut kembali menyebarkan jika kabar tersebut akan merugikan seseorang maupun kelompok.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Lembaga Dakwah Parmusi Sulteng, Tasmin. Selain mendukung pemberantasan berita hoak, pihaknya juga mendukung pemberantasan dan pencegahan paham radikalisme dan terorisme.

“Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman dan kesadaran atas dampak pemahaman radikalisme, terorisme dan intoleransi,” kata Tasmin.

Menurutnya, apapun alasannya terorisme tidak diajarka oleh agama manapun. Teroris musuh semua umat beragama. “Lawan terorisme dan segala bentuk kekerasan untuk menjaga kedamaian di muka bumi ini,” tegasnya. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 17 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*