[Ilustrasi]

Pasangan SAH Diprediksi Menangkan Pilkada Morowali

Laporan: Agus Manggona
Morowali, Jurnalsulawesi.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Morowali 2018 menjadi salah satu kontestasi demokrasi terpanas di Sulteng. Persaingannya tak cuma terjadi antar mesin partai politik, tapi juga antar tokoh serta ketua partai yang maju dalam Pilkada.

Lima pasangan calon akan bertarung, yakni pertama pasangan Syarifudin Hafid-Haerudin Zen yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Kedua pasangan Taslim-Najamudin yang diusung Partai Nasdem, Hanura, PPP, PKS dan Golkar. Ketiga pasangan H. Ambo Dalle-Aminuddin Amir yang diusung Partai Gerindra, PDIP dan PBB, ke empat pasangan perseorangan H. Silahuddin Karim-Sudarnun Firdaus (SINAR) serta pasangan Haris Nunu-Ismail Suaib yang juga lahir dari jalur independen.

Lalu pasangan mana yang akan unggul di Pilkada Morowali ?
Berdasarkan hasil penerawangan Mbah Suyut, pemenang suara terbanyak di Pilkada Morowali hanya akan mampu meraih suara sekitar 30 persen. “Tidak akan ada yang menang mutlak dengan suara kemenangan jauh,” ujar Mbah Suyut salah seorang sesepuh dan paranormal di Sulteng.

Mbah Suyut memprediksi akan terjadi pertarungan sengit antara pasangan Sarifudin Hafid- Haeruddin Zen (SAH) melawan Ambo Dalle-Aminuddin Amir (ADAM) dan melawan pasangan Taslim- Najamuddin (TAHAJUD).

“Hasil terawangan saya, pasangan yang diusung Demokrat-PAN akan bersaing ketat dengan dua pasangan yakni yang diusung partai Gerindra- PDI-P dan PBB serta pasangan yang di usung partai NasDem-Golkar dan PKS,” tuturnya.

Namun tambahnya dalam kontestasi politik kali ini, pasangan SAH diprediksi akan menjadi pemenangnya. Berbagai indikator kemenangan ini sudah tergambar jauh-jauh hari sebelumnya termasuk jelang voting day 27 Juni besok.

Dukungan suara terhadap pasangan SAH ini tambah Mbah Suyut, tidak lepas dari magnet elektoral yang di miliki partai Demokrat serta andil dan campur tangan mantan Bupati dua periode Drs H Anwar Hafid, MSi yang tidak lain Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng . Karena bagi Anwar, sosok Sarifuddin diharapkan bisa melanjutkan pembangunan Morowali berkesinambungan.

“Saya tidak kenal pak Syarifuddin Hafid dan Chaeruddin Zen. Tapi penerawangan saya pasangan ini paling mentereng (menang- red) ketimbang kandidat lain,” ungkapnya.

Apalagi dalam dua periode Pilkada Morowali selalu dimenangkan pasangan yang diusung oleh partai Demokrat. “Jadi pertarungan kali ini akan mengandalkan mesin partai, bukan sekadar ketokohan,” ujar Mbah Suyut.

Berbeda dengan pertarungan antara Haris Nunu- Ismail Suayib dengan H. Silahuddin Karim-Sudarnun Firdaus. “Kedua pasangan ini akan mengandalkan pendukung yang militan dan akar rumput,” tambahnya.

Meski demikian, pertarungan antara Haris Nunu-Ismail Suayib lawan Silahuddin Karim-Sudarnun Firdaus akan tetap menarik untuk disimak. Sebab kedua pasangan ini lahir dari rahim perseorangan ini, sehingga keduanya merupakan kuda hitam.

Sebagai paranormal Pilkada tambah Mbah Suyut, dirinya hanya sebatas memberikan saran. “Karena hitungan tokoh politik beda caranya dengan hitungan yang kami gunakan,” cetusnya.

Ia juga berharap masyarakat tetap menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara Rabu 27 Juni dengan berpegang pada hati nurani. Pilihlah pasangan yang mampu memimpin dan diyakini sebagai pemimpin yang baik.

“Mari gunakan hati nurani, jangan mau dipaksa atau di bawah tekanan untuk memilih yang tidak disukai,” pinta Mbah Suyut. [***]

(Visited 196 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*