Petugas AP2B saat memeriksa salah satu tower SUTT yang sebagian besar besinya telah raib digondol pencuri. [AP2B]

Pelaku Pencurian Besi Tower SUTT Diduga Punya Keahlian Khusus

Palu, Jurnalsulawesi.com – Hilangnya sejumlah besi-besi siku tower penyangga Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dari PLTA Sulewana, membuat resah PLN Area Palu.

Para pelaku pencurian besi tower yang menghubungkan Gardu induk Sidera dan Gardu induk Talise ini diduga memiliki keahlian khusus. Pasalnya, untuk membuka baut-baut yang saling berkaitan di atas tower itu bukan pekerjaan mudah.

“Untuk membuka baut dengan posisi di atas tower itu tidak mudah. Bahkan, drat di ujung baut sudah disengaja dirusak agar tidak mudah lepas. Untuk melepas puluhan besi di atas tower juga membutuhkan waktu berjam-jam,” kata Supervisior Area Panyaluran dan Pengatur Beban (AP2B) Sistem Minahasa, Tragi Palu, Benny Lakawa, di Kantor Gardu Induk Talise, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu, Rabu (7/3/2018) petang.

Namun demikian kata Benny, terdapat beberapa besi yang mungkin sulit dibuka oleh pelaku. Sehingga dibiarkan menggantung di atas tower.

“Ada beberapa besi yang ditinggalkan begitu saja oleh pelaku, karena salah satu bautnya tidak bisa dibuka,” kata Benny sembari menunjukkan foto-foto tower yang sebagian besinya telah raib.

Menurut Benny, tower-tower yang besinya raib itu sebagian besar berada di Wilayah Sidera Kabupaten Sigi. Dari puluhan tower, yang paling parah dan sangat rawan roboh berada di Desa Pombewe, tak jauh dari Kampus IAIN. Tower tersebut kehilangan besinya hingga 65 batang.

“Itu sudah mencapai 25 persen dari jumlah besi yang ada pada satu tower. Karena yang hilang mencapai 1/4 tower, pasti sangat rawan roboh bila terjadi getaran atau angin kencang,” terang Benny.

Pihak AP2B Palu menyakini hilangnya besi-besi tower tersebut murni kasus pencurian dan tak ada unsur sabotase. Terlebih lagi, besi tower ini memiliki kriteria khusus dan anti karat, sehingga dipastikan mahal di pasaran.

“Karena yang diambil hanya besi-besi bagian atas saja. Kalau sabotase pasti yang diambil adalah besi yang berada di bagian di kaki tower,” imbuhnya.

Kejadian terakhir baru diketahui lagi pada Selasa (6/3/2018) sekira Pukul 09.42 saat Tim Pengawas Transmisi (Tim Mandor Line) melakukan pengecekan rutin (per 2 minggu), di tower nomor 3 dan nomor 4 Transmisi Line 70kV yang menghubungkan Gardu induk Sidera dan gardu induk Talise.

Pada tower tersebut masing-masing besi siku tower nomor 4 hilang sebanyak 65 batang dan 13 batang di tower nomor 3 juga hilang dicuri orang.

BACA JUGA: Ratusan Besi Tower Hilang Dicuri

Sementara itu Manager Tragi Palu AP2B Minahasa, Arther Mangundap mengatakan besi-besi tersebut memiliki kode khusus yang diperuntukkan tower SUTT.

“Jika ada yang membeli atau menampung besi tersebut akan sangat mudah ketahuan, karena memiliki kode khusus,” kata Arther.

Arther mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu progress laporan polisi yang telah dilaporkannya beberapa waktu lalu.

“Sudah 11 kali terjadi pencurian dan sudah empat kali kami dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Kami masih menunggu perkembangannya,” ujar Arther.

Terpisah, Asisten Manager PT PLN (Persero) Area Palu, Sigit Harjono menyesalkan terjadinya pencurian besi, karena membuat tower-tower tersebut sudah tidak standart lagi sehingga rawan roboh.

Sigit juga mengingatkan peristiwa pemadaman besar-besaran yang terjadi 2017 lalu, akibat robohnya tower di Poso.

“Jika satu saja tower roboh, proses recovery bisa memakan waktu sampai 10 hari. Apalagi ini sudah puluhan tower yang besinya dicuri dan rawan roboh. Ini yang kami kuatirkan,” ujar Sigit.

Karena itu kata Sigit, PLN Area Palu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membantu menjaga tower-tower tersebut karena itu merupakan fasilitas umum dan obyek vital milik negara.

“Kami meminta kerjasama seluruh masyarakat untuk membantu mengawasi. Jika ada yang melihat atau mengetahui keberadaan besi-besi tower tersebut segera laporkan. Kami juga meminta kepada pembeli besi tua, agar tidak membeli besi tersebut, karena bisa dipidana sebagai penadah. Atau laporkan kepada kami jika ada yang menawarkan besi tower,” harap Sigit. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 302 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*