Direktur PT Wahana Cipta Lestari, Suwardi Amsal.

Pembangunan Pengaman Pantai Buol Diduga Menyalahi Bestek

Buol, Jurnalsulawesi.com – Proyek pembangunan pengaman pantai di Kelurahan Leok II, Kabupaten Buol yang diharapkan bisa menangkal dan menjadi dinding penahan gelombang air laut, disangsikan warga setempat. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT Wahana Cipta Lestari dengan menggunakan dana APBN Tahun 2018 sebesar Rp7.141.672.000,00, ditengarai menyalahi bestek.

Sebab, material yang digunakan di lapangan diduga tidak sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen kontrak, yang seharusnya menggunakan baru gajah, namun faktanya hanya menggunakan batu yang sedianya untuk membangun drainase.

Material batu pengaman Pantai Leok II Kabupaten Buol ini seharusnya hanya layak untuk pembuatan drainase.

Deni Ramadhan salah seorang tokoh pemuda Kelurahan Leok Kabupaten Buol, menuturkan, jika melihat kondisi di lapangan, proyek yang ditangani Satuan Kerja (Satker) SNVT PJSA, Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulteng itu dipastikan tidak akan bertahan lama. Bahkan hanya akan merugikan keuangan negara.

“Ibaratnya jauh panggang dari api, karena tidak sesuai dengan spesifikasi,” kata Deni kepada Jurnalsulawesi.com Jumat (16/11/2018).

Sementara diketahui, di wilayah tersebut hantaman gelombang cukup kuat. Mungkin untuk sementara, bisa membendung, namun hal ini tidak akan bertahan lama, karena material yang digunakan tidak seperti yang direncanakan sebelumnya.

Ia juga menyayangkan sikap BWSS III, utamanya Kepala Satuan Kerja (Satker) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Harusnya tambah Deni, proses pengawasan dimaksimalkan, agar pihak penyedia jasa mengetahui tanggungjawab dan kewajibannya. Bukan justeru melakukan pembiaran.

“Akibatnya realisasi pekerjaan di lapangan tidak sesuai espektasi dan harapan masyarakat Kabupaten Buol,” imbuh Deni.

Olehnya itu, Deni berharap kiranya permasalahan ini mendapat respon dari pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum. Karena bagaimanapun, ada penggunaan keuangan negara yang nilainya cukup besar.

Proyek pengaman pantai senilai Rp7,1 miliar ini diduga tidak sesuai bestek.

Sementara, Direktur PT Wahana Cipta Lestari Suwardi Amsal yang coba dihubungi untuk dikonfirmasi tidak dapat dimintai tanggapan. Beberapa nomor handphone yang diperoleh media ini tidak ada yang aktif. [***]

 

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 227 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*