Pemeliharaan dan preservasi Jalan Nasional ruas Tonggolobibi-Tambu dan Tompe Tahun 2018 yang dikerjakan PT Karya Pembangunan Rezki. [Faisal]

Pemeliharaan Jalan Ruas Tonggolobibi-Tambu-Tompe Hampir Rampung

Jurnalsulawesi.com – Kegiatan pemeliharaan dan preservasi Jalan Nasional ruas Tonggolobibi-Tambu dan Tompe Tahun 2018 yang dikerjakan PT Karya Pembangunan Rezki, sudah hampir rampung. Hingga minggu pertama November 2018, progress pekerjaan tersebut telah mencapai 90 persen.

Pemeliharaan ini dilakukan untuk menjaga kondisi jaringan jalan nasional, agar tetap memberikan pelayanan prima bagi masyarakat, terutama sebagai jalur logistik yang menjadi prioritas.

Kegiatan pemeliharaan dilakukan baik secara rutin, berkala maupun rekonstruksi. Preservasi dilakukan terhadap 110 km jalan dan jembatan di ruas Tonggolobibi-Tambu-Tompe.

Direktur PT Karya Pembangunan Rezki, Mohammad Safri, ST mengatakan, pemeliharaan dan preservasi jalur tersebut dikerjakannya sejak Januari dan akan berakhir pada Desember 2018 mendatang, dengan nilai kontrak sebesar Rp8 miliar.

“Sebagai penyedia jasa, kami harus komitmen dengan kontrak pekerjaan. Begitu kita tandatangani kontrak, langsung kami kerjakan dan terus berkoordinasi dengan konsultan supervisi. Hal ini kami lakukan agar penyelesaian pekerjaan dapat tepat waktu dan tepat mutu,” kata Safri, Senin (5/11/2018).

Menurut Safri, untuk menjaga mutu kegiatan pemeliharan yang menjadi tanggungjawabnya sebagai pelaksana, ia harus rutin memonitor dan memantau langsung di lapangan. Hal ini dilakukannya agar diketahui tingkat kerusakan yang perlu segera diperbaiki dan ditindak lanjuti.

“Tanggungjawab penyedia jasa kegiatan pemeliharaan jalan adalah, bagaimana yang bersangkutan dapat menjamin dipenuhinya tata cara penanganan jenis-jenis kerusakan yang telah disyaratkan dalam pemeliharaan rutin tersebut,” katanya.

Mohammad Safri, ST dan Istri.

Safri menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan rutin dan preservasi yang dikerjakannya, berdasarkan panduan dari dinas teknis, PPK dan Satker SKPD.

“Artinya semua item pekerjaan yang kami lakukan harus mengacu pada kontrak kerja yang disepakati, terutama pada pekerjaan Incaving, perbaikan pada as jalan yang mengalami kerusakan, karena ada beberapa titik yang strukturnya kurang padat pada pekerjaan reguler sebelumnya, disini kami harus ekstra hati-hati,” terangnya.

Dalam melakukan pemeliharaan kata Safri, yang diperbaiki bukan cuma aspalnya tetapi struktur, LPB  dan LPA harus diganti materialnya serta proses pemadatannya harus maksimal, baru dilakukan pengaspalan.

Terkait dengan hal itu kata Safri, pihaknya dengan dinas teknis juga harus selalu melakukan koordinasi, khususnya dengan PPK agar semua item pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasil sebagaimana yang diharapkan.

“Hal ini sudah menjadi komitmen kami di setiap pekerjaan, untuk mengutamakan kualitas pekerjaan, tutup Safri. [***]

Penulis dan Foto; Faisal M
Editor; Sutrisno

(Visited 53 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*