Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Pemerintah Bakal Stop Status KEK di Tiga Daerah

Bagikan Tulisan ini :

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dari 12 Kawasan ekonomi Khusus (KEK) yang akan dikembangkan pemerintah, ada tiga yang masih terhambat dan tidak berjalan sampai saat ini.

Darmin mengatakan, KEK ini belum berjalan disebabkan lahan yang belum sepenuhnya dibebaskan. Padahal harga tanah semakin lama akan semakin mahal maka akan membutuhkan anggaran yang banyak untuk membebaskannya.

“Jadi saya terus terang mulai was-was terhadap beberapa KEK yang sebenarnya sudah 2 tahun, 3 tahun ini dirancang dan kita harapkan bisa diresmikan untuk kemudian dioperasikan. Paling tidak mungkin ada 3 KEK yang tidak jelas kapan beroperasinya,” ungkap Darmin di Kantornya, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, 3 KEK yang tidak berjalan ini sudah diberikan waktu sekitar setahun untuk mengembangkan. Namun, jika hingga waktu 1 tahun yang diberikan tapi KEK nya tidak berkembang maka akan diberhentikan jadi KEK.

“Waktu diperpanjang hampir setahun yang lalu saya sudah bilang kalau tidak ada perkembangan dalam setahun (lama waktu diperpanjang) berhenti ajalah jadi KEK. Untuk apa kita simpan-simpan KEK yang tidak jelas kapan beroperasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Darmin enggan menyebutkan kawasan KEK yang bermasalah ini. “Ada di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Saya enggak bisa bilang namanya,” ucap Darmin.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dewan KEK Nasional Enoh Suharto menyebutkan ketiga daerah tersebut belum berjalan karena permasalahan lahan yang belum terselesaikan.

“Ada Bitung, Tanjung Api-Api dan Morotai,” tukas dia.

Seperti diketahui, pengembangan KEK yang dilakukan pemerintah di sejumlah daerah di Indonesia, sebagai upaya mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional. [*]

Source; Okezone

(Visited 133 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*